Kisah Pangeran Brunei Jefri Bolkiah Hidup Mewah dengan 40 Selir Cantik di Istana
Minggu, 23 November 2025 - 09:20 WIB
loading...
Pangeran Jefri Bolkiah, adik Sultan Hassanal Bolkiah dari Kerajaan Brunei Darussalam. Pengeran Jefri pernah bikin heboh dengan gaya hidup mewah dan disebut pernah memiliki 40 selir cantik. Foto/The Sun
A
A
A
JAKARTA - Pangeran Jefri Bolkiah adalah sosok kontroversial yang mengguncang citra Kerajaan Brunei Darussalam sebagai negara Islam. Adik Sultan Hassanal Bolkiah ini terkenal hidup mewah—bahkan boros—dan yang mengejutkan adalah klaim bahwa dia pernah "memelihara" 40 selir perempuan cantik di istananya.
Mengutip laporan The Sun, Pangeran Jefri pernah tinggal di istana mewah senilai £45 juta dan mengoleksi sekitar 2.000 mobil pesanan khusus. Dia dulunya disebut menghabiskan £30 juta per bulan, yang menjadi salah satu pemantik perseteruannya dengan sang kakak.
Baca Juga: Menilik Kehidupan Mewah Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Raja Terlama di Dunia yang Masih Hidup
Media-media Barat menjuluki Jefri sebagai "pangeran gila seks". Dia terkenal mengumbar selera erotisnya dengan membeli sebuah kapal pesiar mewah yang diberi nama "Tits"—dengan kapal tender yang diberi nama "Nipple 1" dan "Nipple 2".
Tak hanya itu, Jefri juga dilaporkan pernah memesan patung-patung bernuansa seksual yang harganya sekitar £600.000.
Jefri Bolkiah, yang terkenal sebagai pangeran playboy, sudah memiliki beberapa istri dan anak. Namun, laporan media asing yang menyebutnya memelihara 40 selir atau harem cantik telah mengguncang citra kerajaan.
Jillian Lauren, seorang perempuan Amerika Serikat yang mengaku pernah menjadi bagian dari kelompok harem Pangeran Jefri, telah menerbitkan buku tentang skandal itu yang diberi judul "Some Girls". Dia mengklaim sang pangeran membuat para harem memanggilnya Robin dan menyetujui operasi payudara untuk beberapa dari mereka.
Jillian direkrut menjadi harem pada usia 18 tahun. Dia dipaksa menyerahkan paspornya setelah tiba di Brunei. Selama menjadi harem, dia diharuskan menjaga berat badannya tetap ideal dan tunduk kepada bangsawan mana pun di negara tersebut.
Pada tahun 1997, mantan Miss USA Shannon Marketic menjadi berita utama setelah dia menggugat Pangeran Jefri. Perempuan itu mengeklaim dia menerima pekerjaan bergaji USD3.000 per hari di Brunei untuk melakukan "pekerjaan promosi"—tetapi akhirnya berada di sana sebagai "budak seks".
Dia mengaku dipaksa berdansa setiap malam bersama enam perempuan AS lainnya dan dilecehkan. Dia mengatakan kepada majalah People bahwa dia juga dibius selama berada di negara itu.
"Akan menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya jika saya diizinkan tidur dengan Jefri, karena dia setengah manusia, setengah dewa, seperti Yesus Kristus bagi umat Kristen," klaimnya seperti yang dikatakan seorang ajudan kerajaan kepadanya.
Shannon, yang dilaporkan dilarang meninggalkan Brunei karena menolak untuk menjadi pelacur, mengatakan dia menderita "penderitaan mental" dan trauma lainnya setelah kejadian tersebut. Namun, gugatannya kandas karena Pangeran Jefri memiliki kekebalan diplomatik.
Pangeran Jefri, yang gemar bermain polo, dilaporkan memiliki lebih dari 2.000 mobil yang dibuat khusus ketika berada di puncak kekayaannya—termasuk armada Bentley, Ferrari, dan Rolls-Royce.
Menurut laporan Vanity Fair, sang pangeran juga dilaporkan telah membeli 17 jet pribadi, pena emas putih erotis, dan berbagai barang mewah lainnya.
Sang pangeran dulunya menjabat sebagai kepala Badan Investasi Brunei (BIA). Namun, kejayaannya runtuh ketika dia dituduh melakukan pencurian oleh pemerintah Brunei yang dipimpin kakaknya. Menurut pemerintah, Jefri telah menggelapkan dana sebesar USD14,8 miliar selama masa jabatannya sebagai menteri keuangan antara tahun 1986 hingga 1998.
Namun, pangeran playboy itu mengeklaim Sultan Hassanal Bolkiah telah mengizinkan penarikan uang apa pun, tetapi sang kakak. Hal itulah yang menyebabkan kedua bersaudara itu berselisih selama bertahun-tahun.
Meskipun sang pangeran menyangkal melakukan kesalahan, dia kemudian menyetujui penyelesaian hukum dengan menjanjikan pengembalian aset-asetnya termasuk mobil, kapal, pesawat, dan lebih dari 100 lukisannya—lalu meninggalkan negara itu.
Jefri kemudian mulai tinggal di sebuah rumah bernilai jutaan poundsterling di London dekat Regent's Park. Rumah itu merupakan salah satu aset yang coba disita BIA, menurut laporan The Telegraph.
Dia pernah berbicara dari kediaman berpagar tersebut—yang memiliki ruang makan berkapasitas 48 orang—pada tahun 2008, "Saya memang bukan malaikat, tetapi saya telah menjadi kambing hitam."
Meskipun telah berjanji mengembalikan aset-asetnya kepada negara, Jefri diklaim masih menghamburkan uang— yang menyebabkan Sultan Hassanal Bolkiah menghabiskan waktu bertahun-tahun dan ratusan juta dolar untuk mengungkap kekayaan sang adik.
Pada tahun 2008, Pangeran Jefri dipanggil oleh pihak berwenang Inggris, tetapi tidak menanggapi.
Surat perintah penangkapan pun dikeluarkan untuknya dan setelah bungkam. Namun, dia akhirnya berdamai dengan kakaknya dan kembali ke Brunei.
Mengutip laporan The Sun, Pangeran Jefri pernah tinggal di istana mewah senilai £45 juta dan mengoleksi sekitar 2.000 mobil pesanan khusus. Dia dulunya disebut menghabiskan £30 juta per bulan, yang menjadi salah satu pemantik perseteruannya dengan sang kakak.
Baca Juga: Menilik Kehidupan Mewah Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Raja Terlama di Dunia yang Masih Hidup
Media-media Barat menjuluki Jefri sebagai "pangeran gila seks". Dia terkenal mengumbar selera erotisnya dengan membeli sebuah kapal pesiar mewah yang diberi nama "Tits"—dengan kapal tender yang diberi nama "Nipple 1" dan "Nipple 2".
Tak hanya itu, Jefri juga dilaporkan pernah memesan patung-patung bernuansa seksual yang harganya sekitar £600.000.
Pangeran Playboy dengan 40 Selir
Jefri Bolkiah, yang terkenal sebagai pangeran playboy, sudah memiliki beberapa istri dan anak. Namun, laporan media asing yang menyebutnya memelihara 40 selir atau harem cantik telah mengguncang citra kerajaan.
Jillian Lauren, seorang perempuan Amerika Serikat yang mengaku pernah menjadi bagian dari kelompok harem Pangeran Jefri, telah menerbitkan buku tentang skandal itu yang diberi judul "Some Girls". Dia mengklaim sang pangeran membuat para harem memanggilnya Robin dan menyetujui operasi payudara untuk beberapa dari mereka.
Jillian direkrut menjadi harem pada usia 18 tahun. Dia dipaksa menyerahkan paspornya setelah tiba di Brunei. Selama menjadi harem, dia diharuskan menjaga berat badannya tetap ideal dan tunduk kepada bangsawan mana pun di negara tersebut.
Pada tahun 1997, mantan Miss USA Shannon Marketic menjadi berita utama setelah dia menggugat Pangeran Jefri. Perempuan itu mengeklaim dia menerima pekerjaan bergaji USD3.000 per hari di Brunei untuk melakukan "pekerjaan promosi"—tetapi akhirnya berada di sana sebagai "budak seks".
Dia mengaku dipaksa berdansa setiap malam bersama enam perempuan AS lainnya dan dilecehkan. Dia mengatakan kepada majalah People bahwa dia juga dibius selama berada di negara itu.
"Akan menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya jika saya diizinkan tidur dengan Jefri, karena dia setengah manusia, setengah dewa, seperti Yesus Kristus bagi umat Kristen," klaimnya seperti yang dikatakan seorang ajudan kerajaan kepadanya.
Shannon, yang dilaporkan dilarang meninggalkan Brunei karena menolak untuk menjadi pelacur, mengatakan dia menderita "penderitaan mental" dan trauma lainnya setelah kejadian tersebut. Namun, gugatannya kandas karena Pangeran Jefri memiliki kekebalan diplomatik.
Pangeran Jefri Mengoleksi 2.000 Mobil
Pangeran Jefri, yang gemar bermain polo, dilaporkan memiliki lebih dari 2.000 mobil yang dibuat khusus ketika berada di puncak kekayaannya—termasuk armada Bentley, Ferrari, dan Rolls-Royce.
Menurut laporan Vanity Fair, sang pangeran juga dilaporkan telah membeli 17 jet pribadi, pena emas putih erotis, dan berbagai barang mewah lainnya.
Sang pangeran dulunya menjabat sebagai kepala Badan Investasi Brunei (BIA). Namun, kejayaannya runtuh ketika dia dituduh melakukan pencurian oleh pemerintah Brunei yang dipimpin kakaknya. Menurut pemerintah, Jefri telah menggelapkan dana sebesar USD14,8 miliar selama masa jabatannya sebagai menteri keuangan antara tahun 1986 hingga 1998.
Namun, pangeran playboy itu mengeklaim Sultan Hassanal Bolkiah telah mengizinkan penarikan uang apa pun, tetapi sang kakak. Hal itulah yang menyebabkan kedua bersaudara itu berselisih selama bertahun-tahun.
Meskipun sang pangeran menyangkal melakukan kesalahan, dia kemudian menyetujui penyelesaian hukum dengan menjanjikan pengembalian aset-asetnya termasuk mobil, kapal, pesawat, dan lebih dari 100 lukisannya—lalu meninggalkan negara itu.
Jefri kemudian mulai tinggal di sebuah rumah bernilai jutaan poundsterling di London dekat Regent's Park. Rumah itu merupakan salah satu aset yang coba disita BIA, menurut laporan The Telegraph.
Dia pernah berbicara dari kediaman berpagar tersebut—yang memiliki ruang makan berkapasitas 48 orang—pada tahun 2008, "Saya memang bukan malaikat, tetapi saya telah menjadi kambing hitam."
Meskipun telah berjanji mengembalikan aset-asetnya kepada negara, Jefri diklaim masih menghamburkan uang— yang menyebabkan Sultan Hassanal Bolkiah menghabiskan waktu bertahun-tahun dan ratusan juta dolar untuk mengungkap kekayaan sang adik.
Pada tahun 2008, Pangeran Jefri dipanggil oleh pihak berwenang Inggris, tetapi tidak menanggapi.
Surat perintah penangkapan pun dikeluarkan untuknya dan setelah bungkam. Namun, dia akhirnya berdamai dengan kakaknya dan kembali ke Brunei.
(mas)
Lihat Juga :