Seteru Memanas, 'Senjata' China Ini Bisa Bikin Jepang Tekor Rp20 Triliun

Jum'at, 21 November 2025 - 14:42 WIB
Penurunan ini juga membalikkan pemulihan yang sebelumnya menggembirakan. Sebelum peringatan perjalanan dikeluarkan Beijing, pemesanan perjalanan China-Jepang hingga tahun 2025 berjalan sekitar 25 persen di atas level tahun lalu.

Gerbang terpopuler Jepang—Tokyo dan Osaka—mengalami dampak terparah, dengan pembatalan terkonsentrasi pada penerbangan dari Shanghai, Beijing, dan Guangzhou.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hotel dan operator tur. Wisatawan China menyumbang sekitar seperempat dari total kedatangan tahunan Jepang dan menyumbang 27 persen dari pengeluaran masuk antara Juli dan September, menurut data pemerintah.

Pelemahan yen telah meningkatkan konsumsi barang mewah, dengan pembeli China mendorong permintaan barang mewah jauh di atas tingkat pra-pandemi.

Namun, pengeluaran barang mewah bisa turun hingga USD600 juta tahun depan jika penurunan ini berlanjut, menurut China Trading Desk.

Semakin lama perseteruan diplomatik berlanjut, semakin besar pula dampaknya. Bhatt memperingatkan bahwa jika wisatawan China daratan terus menjauh hingga tahun 2026, Jepang bisa menghadapi kerugian kumulatif hingga USD9 miliar.

Namun, dia mencatat satu tanda kecil optimisme: meskipun rencana perjalanan akhir tahun dibatalkan, pemesanan untuk bulan Januari tetap stabil.

“Hal ini menunjukkan banyak pelancong masih berharap situasi akan membaik pada saat itu,” ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!