Pelapor PBB: Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Selatan Dapat Bantu Israel Mencapai Tujuan Genosida
Kamis, 20 November 2025 - 16:35 WIB
"Orang Palestina dipaksa. Apa pun yang mereka lakukan hari ini, mereka dipaksa, termasuk naik pesawat dan pergi ke tempat lain, karena inilah yang terjadi pada mereka," papar dia.
Pelapor juga menyoroti kurangnya kejelasan seputar proses pemindahan.
"Banyak dari mereka yang telah bepergian ke Afrika Selatan bahkan tidak tahu ke mana mereka akan pergi dan mereka tidak membawa apa pun selain paspor. Jadi ini sangat serius," ujarnya.
Kamis lalu, Afrika Selatan memberikan pembebasan visa 90 hari bagi 153 warga Palestina yang tiba dari Kenya untuk mencari suaka di negara tersebut, meskipun mereka awalnya ditolak masuk karena tidak memiliki dokumen perjalanan dan stempel keberangkatan yang lazim di paspor mereka.
Menurut harian Israel, Haaretz, satu asosiasi yang dijalankan oleh seorang pria berkewarganegaraan ganda Israel-Estonia menjual kursi bagi warga Palestina di Gaza dalam penerbangan carteran menuju negara-negara yang jauh seperti Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan dengan harga sekitar USD2.000.
Pelapor juga menyoroti kurangnya kejelasan seputar proses pemindahan.
"Banyak dari mereka yang telah bepergian ke Afrika Selatan bahkan tidak tahu ke mana mereka akan pergi dan mereka tidak membawa apa pun selain paspor. Jadi ini sangat serius," ujarnya.
Kamis lalu, Afrika Selatan memberikan pembebasan visa 90 hari bagi 153 warga Palestina yang tiba dari Kenya untuk mencari suaka di negara tersebut, meskipun mereka awalnya ditolak masuk karena tidak memiliki dokumen perjalanan dan stempel keberangkatan yang lazim di paspor mereka.
Menurut harian Israel, Haaretz, satu asosiasi yang dijalankan oleh seorang pria berkewarganegaraan ganda Israel-Estonia menjual kursi bagi warga Palestina di Gaza dalam penerbangan carteran menuju negara-negara yang jauh seperti Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan dengan harga sekitar USD2.000.
Lihat Juga :