Rusia Sebut Pasukan Stabilisasi Gaza Ingatkan Praktik Kolonial, Abaikan Partisipasi Rakyat Palestina

Selasa, 18 November 2025 - 20:15 WIB
Ia juga menyatakan kekhawatiran bahwa mandat pasukan tersebut dalam rencana Presiden AS Donald Trump masih dipertanyakan, termasuk apakah "tugas penegakan perdamaian" yang dimilikinya dapat "benar-benar mengubahnya menjadi pihak dalam konflik yang melampaui batas-batas penjagaan perdamaian".

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyebut dukungan terhadap proposal Trump terkait Gaza sebagai "kabar baik", dan menambahkan, “Jerman siap memainkan peran konstruktif dalam rekonstruksi Gaza."

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga memuji dukungan DK PBB terhadap resolusi tersebut, dengan mengatakan komunitas internasional kini perlu bekerja sama untuk mewujudkan rencana 20 poin presiden AS tersebut menjadi "perdamaian yang adil dan abadi".

Cooper mencatat, “Resolusi tersebut menyoroti pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan yang masih sangat dibutuhkan di Gaza."

"Kita sekarang harus mengambil tindakan segera untuk membuka semua penyeberangan, mencabut pembatasan, dan membanjiri Gaza dengan bantuan," ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut resolusi ini sebagai kemenangan bagi Trump dan kemenangan bagi agenda pemerintah Israel yang menginginkan demiliterisasi Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!