10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu

Senin, 17 November 2025 - 12:55 WIB

5. Guinea-Bissau

Terletak di pesisir Afrika Barat, Guinea-Bissau kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya Afro-Portugis. Meskipun demikian, negara ini tetap menjadi salah satu negara yang paling jarang dikunjungi di dunia karena keterbatasan infrastruktur dan ketidakstabilan politik di masa lalu.

6. Negara Federasi Mikronesia

Sebagai negara kepulauan kecil lainnya di Samudra Pasifik, Mikronesia mencakup lebih dari 600 pulau yang tersebar di lautan seluas 1 juta mil persegi (2,6 juta km persegi).

Aktivitas selamnya berkelas dunia, terumbu karangnya berkembang pesat, namun negara ini hanya dikunjungi sedikit wisatawan setiap tahunnya.

7. Komoro

Terletak di antara Madagaskar dan Mozambik, Komoro adalah rangkaian pulau vulkanik dengan pengaruh Prancis, Arab, dan Swahili. Perairannya yang jernih dan minimnya wisatawan menjadikannya ideal untuk menjelajahi pulau-pulau.

Terlepas dari semua yang ditawarkannya, Komoro masih belum banyak dilirik oleh kebanyakan orang yang merencanakan liburan tropis.

8. Sao Tome dan Principe

Dua pulau di lepas pantai barat Afrika ini dulunya merupakan penghasil kakao utama. Kini, Sao Tome dan Principe memiliki hutan hujan yang rimbun, puncak gunung berapi, dan pantai-pantai yang menawan.

Populasinya di bawah 250.000 jiwa, dan pariwisatanya minim—suatu hal yang langka di lokasi yang begitu fotogenik.

9. Kepulauan Solomon

Terletak di timur laut Australia, Kepulauan Solomon kaya akan sejarah Perang Dunia II dan keindahan alamnya.

Kepulauan ini tetap menjadi salah satu negara yang paling jarang dikunjungi karena lokasinya yang terpencil dan infrastruktur yang terbatas. Namun bagi mereka yang berkesempatan, pengalaman menyelam, hiking, dan budaya lokalnya tak terlupakan.

10. Kiribati

Tersebar di keempat belahan bumi, Kiribati adalah satu-satunya negara yang mengalaminya. Kenaikan permukaan laut mengancam keberadaannya, menjadikannya salah satu negara yang paling sulit untuk dikunjungi secara berkelanjutan.

Namun, penduduk setempat, budaya tradisional, dan terumbu karang yang belum tersentuh membuatnya sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!