PM Jepang Sanae Takaichi Gelar Rapat Jam 03.00 Pagi, Pemimpin Oposisi: Kebijakan Gila

Sabtu, 15 November 2025 - 19:18 WIB
Takaichi, yang menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang bulan lalu, membela diri di Parlemen, dengan mengatakan mesin faks rumahnya tidak berfungsi dan ia perlu segera meninjau dokumen. Ia mengakui "ketidaknyamanan" yang ditimbulkan kepada para ajudannya, tetapi bersikeras bahwa pertemuan awal diperlukan untuk menulis ulang tanggapan bagi para anggota parlemen.

Baca Juga: Drone Siluman GJ-11 yang Dijuluki Naga Misterius Jadi Andalan Militer China

Para pendukungnya di Partai Demokrat Liberal yang berkuasa telah mendukungnya, menyalahkan anggota parlemen oposisi karena mengajukan pertanyaan terlalu terlambat. Beberapa pemimpin bisnis juga membelanya, dengan alasan bahwa para pemimpin nasional — seperti polisi, dokter, dan tentara — diharapkan bekerja sepanjang waktu.

Kontroversi ini muncul ketika Jepang memperdebatkan pelonggaran batas waktu lembur sebesar 45 jam per bulan, yang diberlakukan setelah kasus bunuh diri seorang karyawan periklanan muda yang melakukan lebih dari 100 jam lembur pada tahun 2016.

Takaichi mendukung diperbolehkannya lebih banyak waktu lembur untuk mendapatkan penghasilan tambahan, namun menurutnya hal tersebut tidak boleh membahayakan kesehatan pekerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!