4 Tantangan Masa Depan Kota Gaza Pascaperang, dari 700.000 Ton Sampah hingga Kelaparan
Sabtu, 15 November 2025 - 21:50 WIB
Ia mencatat bahwa sekitar 5.000 pegawai pemerintah kota di Gaza telah bekerja selama 735 hari tanpa gaji, meskipun terjadi perang dan terus-menerus menjadi sasaran.
Mengenai serangan terhadap gedung-gedung pemerintah kota, Al-Batta mengatakan bahwa gedung-gedung tersebut menjadi sasaran langsung selama perang dua tahun tersebut. Serangan Israel juga menghantam peralatan pemerintah kota di Kota Gaza, Khan Younis, dan Jabalia, menghancurkan puluhan mesin penting.
Ia mengatakan Israel menghancurkan 15 buldoser yang sebelumnya disumbangkan oleh negara-negara Arab dan Mesir selama periode gencatan senjata sebelumnya yang dimulai pada Januari 2025 dan berakhir pada Maret.
Menurut data terbaru dari Kantor Media Pemerintah Gaza, kerugian di sektor kota dan jasa selama dua tahun genosida mencapai sekitar USD6 miliar.
Al-Batta menekankan bahwa Israel tidak mengizinkan masuknya mesin baru, yang sangat membatasi kemampuan kota untuk membersihkan puing-puing, membuang sampah, membuka kembali jalan, dan mengelola krisis yang semakin meningkat.
Kantor Media Gaza memperkirakan bahwa genosida telah meninggalkan sekitar 70 juta ton puing, di bawahnya terdapat ribuan jenazah warga Palestina yang tewas selama perang.
Perkiraan tersebut menunjukkan 9.500 warga Palestina hilang, baik terkubur di bawah reruntuhan rumah yang hancur atau nasib mereka masih belum diketahui.
Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.700 lainnya dalam serangan di Gaza sejak Oktober 2023.
Mengenai serangan terhadap gedung-gedung pemerintah kota, Al-Batta mengatakan bahwa gedung-gedung tersebut menjadi sasaran langsung selama perang dua tahun tersebut. Serangan Israel juga menghantam peralatan pemerintah kota di Kota Gaza, Khan Younis, dan Jabalia, menghancurkan puluhan mesin penting.
Ia mengatakan Israel menghancurkan 15 buldoser yang sebelumnya disumbangkan oleh negara-negara Arab dan Mesir selama periode gencatan senjata sebelumnya yang dimulai pada Januari 2025 dan berakhir pada Maret.
Menurut data terbaru dari Kantor Media Pemerintah Gaza, kerugian di sektor kota dan jasa selama dua tahun genosida mencapai sekitar USD6 miliar.
Al-Batta menekankan bahwa Israel tidak mengizinkan masuknya mesin baru, yang sangat membatasi kemampuan kota untuk membersihkan puing-puing, membuang sampah, membuka kembali jalan, dan mengelola krisis yang semakin meningkat.
Kantor Media Gaza memperkirakan bahwa genosida telah meninggalkan sekitar 70 juta ton puing, di bawahnya terdapat ribuan jenazah warga Palestina yang tewas selama perang.
Perkiraan tersebut menunjukkan 9.500 warga Palestina hilang, baik terkubur di bawah reruntuhan rumah yang hancur atau nasib mereka masih belum diketahui.
Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.700 lainnya dalam serangan di Gaza sejak Oktober 2023.
(ahm)
Lihat Juga :