Zelensky: Rusia Sedang Persiapkan Perang Besar di Eropa, Paling Cepat 2029
Jum'at, 14 November 2025 - 13:30 WIB
"Saya pikir kita harus memikirkan cara menghentikan mereka sekarang di Ukraina. Tetapi juga melakukan segala upaya untuk mengurangi kemampuan mereka. Bukan memberi mereka uang, yang masih bisa mereka dapatkan dari energi. Dan bukan memberi mereka senjata. Jadi, inilah masalah yang harus kita pikirkan," lanjut Zelensky.
Komentar presiden Ukraina tersebut menggemakan peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa Moskow mungkin sedang mempersiapkan perang skala besar di Eropa pada akhir dekade ini. Kekhawatiran ini menjadi fokus bagi anggota NATO yang telah meningkatkan janji anggaran pertahanan menjadi lima persen dari PDB.
Unggahan Zelensky merupakan seruan bagi Eropa untuk mempersenjatai diri secara memadai, sekaligus mengulangi seruan Kyiv untuk sanksi yang lebih keras terhadap Rusia, terutama ekspor energinya yang mendanai mesin perang Moskow.
Parlemen Eropa telah mengusulkan percepatan larangan penuh impor bahan bakar fosil Rusia agar berlaku efektif pada 1 Januari 2027.
Departemen Keuangan Amerika Serikat telah mengumumkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak besar Rusia, Rosneft dan Lukoil, sebagai bagian dari langkah-langkah yang bertujuan untuk menekan Putin ke meja perundingan.
Komentar presiden Ukraina tersebut menggemakan peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa Moskow mungkin sedang mempersiapkan perang skala besar di Eropa pada akhir dekade ini. Kekhawatiran ini menjadi fokus bagi anggota NATO yang telah meningkatkan janji anggaran pertahanan menjadi lima persen dari PDB.
Unggahan Zelensky merupakan seruan bagi Eropa untuk mempersenjatai diri secara memadai, sekaligus mengulangi seruan Kyiv untuk sanksi yang lebih keras terhadap Rusia, terutama ekspor energinya yang mendanai mesin perang Moskow.
Parlemen Eropa telah mengusulkan percepatan larangan penuh impor bahan bakar fosil Rusia agar berlaku efektif pada 1 Januari 2027.
Departemen Keuangan Amerika Serikat telah mengumumkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak besar Rusia, Rosneft dan Lukoil, sebagai bagian dari langkah-langkah yang bertujuan untuk menekan Putin ke meja perundingan.
Lihat Juga :