Habiskan Anggaran Rp150 Miliar, UEA Harus Menyemai Awan untuk Atasi Kekurangan Air

Rabu, 12 November 2025 - 14:16 WIB
Para ilmuwan di Pusat Meteorologi Nasional UEA memperkirakan dalam sebuah studi tahun 2023 bahwa penyemaian awan dapat menambah hingga 419 juta meter kubik air yang dapat dipanen per tahun.

Kelangkaan air merupakan tantangan jangka panjang bagi UEA, yang sangat bergantung pada desalinasi untuk air minum. Sejak awal tahun 2000-an, otoritas UEA telah berupaya meningkatkan curah hujan melalui cara-cara buatan. Saat ini, program peningkatan curah hujan UEA beroperasi dengan sepuluh pilot dan empat pesawat, siap dikerahkan 24 jam.

"Setiap kali kami memiliki kesempatan untuk melakukannya... kami biasanya tidak melewatkan kesempatan apa pun," kata Al Mazrouei.

Operasi ini mahal, menelan biaya USD8.000 per jam terbang dan rata-rata 1.100 jam terbang per tahun, dengan total biaya hampir USD9 juta atau Rp150 miliar.

Namun, Al Mazrouei berpendapat bahwa "biaya per meter kubik air tambahan lebih rendah daripada biaya desalinasi." UEA telah menginvestasikan USD22,5 juta dalam bentuk hibah penelitian untuk meningkatkan teknologi ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!