Rusia Tuduh Ukraina dan Inggris Coba Curi Jet Tempur MiG-31 Bersenjata Rudal Hipersonik Kinzhal
Selasa, 11 November 2025 - 16:09 WIB
"Langkah-langkah yang diambil telah menggagalkan rencana dinas intelijen Ukraina dan Inggris untuk melakukan provokasi skala besar," tulis kantor berita RIA, mengutip FSB, Selasa (11/11/2025).
Seorang pilot MiG-31 mengatakan dia dihubungi tahun lalu oleh seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Sergey Lugovsky, seorang peneliti di kelompok investigasi sumber terbuka Bellingcat, yang telah menerima dana dari beberapa pemerintah Barat. Pilot tersebut mengatakan Lugovsky awalnya meminta konsultasi, kemudian menawarkan uang untuk pembelotan.
Setelah pilot tersebut menolak, seorang agen Ukraina bernama Aleksandr mendekati navigator pesawat, menawarkan USD3 juta dan paspor asing sebagai imbalan untuk mengarahkan pesawat terbang di atas pangkalan udara dekat Constanta, Rumania.
Kyiv sebelumnya telah menawarkan uang dan bantuan kepada para pembelot. Pada tahun 2023, pilot helikopter Mi-8 Rusia Maksim Kuzminov membelot ke Ukraina, mendaratkan helikopternya di belakang garis depan dengan bantuan HUR. Dua awak lainnya, yang tidak mengetahui rencananya, tewas saat mendarat. Kuzminov dibunuh setahun kemudian di Spanyol, tempat dia tinggal dengan identitas baru dan paspor Ukraina.
Pada tahun 2022, FSB menuduh mantan investigator Bellingcat, Christo Grozev, seorang jurnalis kelahiran Bulgaria, terlibat dalam upaya Ukraina yang gagal merekrut pilot militer Rusia. Grozev mengatakan dia bekerja sama dengan para perwira intelijen Ukraina sebagai pembuat film dokumenter dan mengeklaim bahwa pesan teksnya dipalsukan.
Seorang pilot MiG-31 mengatakan dia dihubungi tahun lalu oleh seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Sergey Lugovsky, seorang peneliti di kelompok investigasi sumber terbuka Bellingcat, yang telah menerima dana dari beberapa pemerintah Barat. Pilot tersebut mengatakan Lugovsky awalnya meminta konsultasi, kemudian menawarkan uang untuk pembelotan.
Setelah pilot tersebut menolak, seorang agen Ukraina bernama Aleksandr mendekati navigator pesawat, menawarkan USD3 juta dan paspor asing sebagai imbalan untuk mengarahkan pesawat terbang di atas pangkalan udara dekat Constanta, Rumania.
Kyiv sebelumnya telah menawarkan uang dan bantuan kepada para pembelot. Pada tahun 2023, pilot helikopter Mi-8 Rusia Maksim Kuzminov membelot ke Ukraina, mendaratkan helikopternya di belakang garis depan dengan bantuan HUR. Dua awak lainnya, yang tidak mengetahui rencananya, tewas saat mendarat. Kuzminov dibunuh setahun kemudian di Spanyol, tempat dia tinggal dengan identitas baru dan paspor Ukraina.
Pada tahun 2022, FSB menuduh mantan investigator Bellingcat, Christo Grozev, seorang jurnalis kelahiran Bulgaria, terlibat dalam upaya Ukraina yang gagal merekrut pilot militer Rusia. Grozev mengatakan dia bekerja sama dengan para perwira intelijen Ukraina sebagai pembuat film dokumenter dan mengeklaim bahwa pesan teksnya dipalsukan.
Lihat Juga :