Hamas Pulangkan Jasad Perwira Israel Letnan Hadar Goldin setelah 11 Tahun Disandera
Senin, 10 November 2025 - 08:00 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Letnan Hadar Goldin meninggal selama Operasi Protective Edge pada tahun 2014. "Jenazahnya diculik oleh Hamas, yang menolak mengembalikannya selama periode ini," katanya.
Goldin (23) adalah bagian dari unit Israel yang bertugas menemukan dan menghancurkan terowongan Hamas ketika dia terbunuh pada 1 Agustus 2014, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam diberlakukan.
Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengatakan Goldin tewas dalam sebuah penyergapan.
"Para teroris muncul dari sebuah terowongan di Rafah dan menyerang tentara IDF," kata Bedrosian kepada para wartawan pada hari Minggu, yang kembali menggunakan narasi "teroris" untuk menyebut para milisi perlawanan Palestina di Gaza.
"Hadar ditembak dan tewas dalam serangan Hamas ini, sementara para teroris menyeret jenazahnya kembali ke dalam terowongan," ujarnya.
Upaya sebelumnya untuk mengambil jenazahnya melalui pertukaran tahanan telah gagal.
"Pengembalian jenazahnya (Goldin), setelah penundaan 11 tahun, memiliki makna yang sangat penting," kata kolumnis Israel Amos Harel di surat kabar Haaretz yang berhaluan kiri.
“Ini akan menutup babak yang menyakitkan dan mengirimkan pesan bahwa komitmen Israel untuk tidak meninggalkan tentara tetap teguh," paparnya.
Samah Deeb, yang mengungsi dari Gaza utara ke Gaza tengah, tetap merasa khawatir bahkan ketika Hamas memulangkan para sandera Israel.
Goldin (23) adalah bagian dari unit Israel yang bertugas menemukan dan menghancurkan terowongan Hamas ketika dia terbunuh pada 1 Agustus 2014, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam diberlakukan.
Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengatakan Goldin tewas dalam sebuah penyergapan.
"Para teroris muncul dari sebuah terowongan di Rafah dan menyerang tentara IDF," kata Bedrosian kepada para wartawan pada hari Minggu, yang kembali menggunakan narasi "teroris" untuk menyebut para milisi perlawanan Palestina di Gaza.
"Hadar ditembak dan tewas dalam serangan Hamas ini, sementara para teroris menyeret jenazahnya kembali ke dalam terowongan," ujarnya.
Upaya sebelumnya untuk mengambil jenazahnya melalui pertukaran tahanan telah gagal.
"Pengembalian jenazahnya (Goldin), setelah penundaan 11 tahun, memiliki makna yang sangat penting," kata kolumnis Israel Amos Harel di surat kabar Haaretz yang berhaluan kiri.
“Ini akan menutup babak yang menyakitkan dan mengirimkan pesan bahwa komitmen Israel untuk tidak meninggalkan tentara tetap teguh," paparnya.
Samah Deeb, yang mengungsi dari Gaza utara ke Gaza tengah, tetap merasa khawatir bahkan ketika Hamas memulangkan para sandera Israel.
Lihat Juga :