3 Motif Inggris dan Negara Baltik Gelar Simulasi Perang Melawan Rusia

Minggu, 09 November 2025 - 02:20 WIB

2. Ancaman Serangan Rusia Sangat Serius

Menurut London, pertemuan di Norwegia tersebut menyusul berakhirnya latihan militer terbesar JEF minggu lalu. Operasi Tarassis yang berlangsung selama dua bulan di wilayah Baltik Nordik tersebut melibatkan lebih dari 1.700 personel Inggris bersama sekutu JEF.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan kepada Politico bahwa negara-negara JEF sebaiknya "menghubungkan NATO untuk menanggapi (agresi Rusia) ini dengan lebih serius."

Sejak eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, para pejabat Barat mengklaim bahwa Rusia dapat mengancam negara-negara Uni Eropa, yang memicu peningkatan kekuatan militer di seluruh blok. Anggota NATO Eropa sepakat untuk meningkatkan anggaran militer hingga 5% dari PDB, dengan alasan dugaan "ancaman Rusia".

3. AS Tidak Lagi Fokus Membantu Eropa

Dorongan untuk meningkatkan anggaran tersebut menyusul tekanan baru dari Washington. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mendesak anggota NATO Eropa untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan mereka sendiri dan meningkatkan investasi angkatan bersenjata, dengan alasan bahwa AS menanggung terlalu banyak beban.

Moskow secara konsisten menolak tuduhan niat bermusuhan terhadap negara-negara Barat sebagai "omong kosong" dan menakut-nakuti, serta mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "militerisasi sembrono" Barat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!