Perang Hibrida Rusia Menguji Pertahanan Militer Anggota NATO

Rabu, 05 November 2025 - 19:30 WIB
Perang hibrida Rusia menguji pertahanan militer anggota NATO. Foto/X/@Heroiam_Slava
MOSKOW - Serangan pesawat nirawak Rusia dan pelanggaran wilayah udara negara-negara NATO Eropa telah meningkat sejak September, ketika lebih dari 20 pesawat nirawak Rusia memasuki wilayah udara Polandia dan tiga jet militer Rusia melanggar wilayah udara Estonia selama 12 menit.

Sejak saat itu, banyak penerbangan pesawat nirawak, yang sebagian besar tidak diketahui asalnya, telah mengganggu operasi wilayah udara di Eropa.



Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut serangan tersebut sebagai "perang hibrida", dan meskipun ia tidak mengatakan Rusia bertanggung jawab atas semua insiden tersebut, ia mengatakan jelas bahwa tujuan Rusia adalah untuk "menabur perpecahan" di Eropa.

Perang Hibrida Rusia Menguji Pertahanan Militer Anggota NATO

1. Belgia

Melansir Al Arabiya, bandara Brussels dan Liege ditutup pada Selasa malam setelah drone terlihat, mengalihkan banyak pesawat yang datang dan mencegah pesawat lainnya lepas landas. Bandara Brussels dibuka kembali pada Rabu pagi meskipun beberapa penerbangan dibatalkan dan yang lainnya ditunda.

Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken mengatakan pada hari Minggu bahwa polisi sedang menyelidiki penampakan drone di atas pangkalan udara Kleine Brogel di timur laut Belgia.

Negara itu membuka penyelidikan pekan lalu setelah dua penampakan pesawat tanpa awak (drone) di atas pangkalan militer di tenggara negara itu, dan penyelidikan lain bulan lalu setelah beberapa pesawat tanpa awak terlihat terbang di atas pangkalan militer di Elsenborn, di perbatasan Jerman.

Baca Juga: 7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York, Salah Satunya Pajak bagi Orang Kaya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!