Rusia Sengaja Biarkan Kapal Mata-mata NATO Pantau Uji Coba Rudal Nuklir

Rabu, 05 November 2025 - 18:20 WIB
Meskipun tidak satu pun dari uji coba ini melibatkan ledakan nuklir yang sebenarnya, Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan memerintahkan Pentagon untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir, dengan alasan persaingan strategis dengan Rusia dan China.

Sebelumnya, rudal jelajah Burevestik Rusia dengan jangkauan tak terbatas didasarkan pada terobosan teknologi reaktor nuklir yang memungkinkan miniaturisasi tingkat tinggi dan pencapaian daya operasional yang cepat. ITu dijelaskan Presiden Vladimir Putin.

Putin memuji para insinyur di balik pencapaian ini dalam pertemuan dengan tentara Rusia yang terluka di sebuah rumah sakit militer.

Reaktor rudal ini "sebanding dengan reaktor kapal selam bertenaga nuklir dalam hal output, tetapi 1.000 kali lebih kecil," kata Putin. "Namun, yang terpenting adalah reaktor biasa membutuhkan waktu berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu untuk beroperasi, sedangkan reaktor ini dapat diluncurkan dalam hitungan menit atau detik."

Penemuan yang dihasilkan selama pembangunan pembangkit listrik unik ini akan diterapkan dalam kehidupan sipil, misalnya dalam pembangunan infrastruktur energi di Arktik, ujar presiden. Sementara itu, komponen elektronik terlindung radiasi yang dikembangkan untuk Burevestik telah digunakan dalam misi luar angkasa dan akan dimanfaatkan dalam program eksplorasi Bulan Rusia.

Baca Juga: 7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York, Salah Satunya Pajak bagi Orang Kaya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!