Ini 12 Negara yang Berani Akui Taiwan sebagai Negara Merdeka
Selasa, 04 November 2025 - 12:01 WIB
Ada 12 negara yang berani mengakui Taiwan sebagai negara merdeka di tengah tekanan dan lobi China yang luar biasa. Foto/CFR
JAKARTA - Setidaknya ada 12 negara yang berani mengakui Taiwan sebagai negara merdeka di tengah tekanan dan lobi China yang luar biasa. Rata-rata mereka adalah negara di Amerika Selatan dan Pasifik.
Taiwan, yang bernama resmi Republik Cina (ROC), sudah puluhan tahun memiliki pemerintahan sendiri yang demokratis di pulau kecil. Namun, China yang diperintah rezim komunis tetap mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya—lebih tepatnya sebagai provinsinya yang "nakal".
Awal mula munculnya Taiwan tak lepas dari perang saudara China tahun 1949 antara Partai Kuomintang (KMT) yang nasionalis di bawah pimpinan Chiang Kai-shek melawan Partai Komunis China yang dipimpin Mao Zedong. Perang saudara itu dimenangkan Partai Komunis China, yang memaksa KMT lari ke pulau bernama Taiwan dan kemudian mendirikan pemerintahan sendiri.
Baca Juga: 3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Sejak itu, Taiwan membentuk pemerintahan sendiri bernama Republik China (ROC) dan tetap mengeklaim sebagai pemerintah sah seluruh China. Sedangkan di Beijing, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada 1 Oktober 1949.
Selama dua dekade pertama Perang Dingin, banyak negara Barat mengakui Taiwan (ROC) sebagai China yang sah, bukan RRC. Taiwan bahkan menduduki kursi China di PBB dan Dewan Keamanan PBB hingga tahun 1971.
Namun situasi berubah ketika geopolitik bergeser, di mana Amerika Serikat dan sekutunya mulai membuka hubungan dengan Beijing untuk menyeimbangkan pengaruh Soviet.
Pada Sidang Umum PBB ke-26, melalui Resolusi 2758, mayoritas anggota PBB berbalik mengakui RRC sebagai satu-satunya wakil sah China, dan mengeluarkan Taiwan dari PBB.
Sejak itu, sebagian besar negara di dunia berpindah pengakuan ke Beijing. Sedangkan Taiwan hanya mempertahankan hubungan dengan negara-negara kecil yang tak banyak bergantung pada China.
Meski secara geopolitik kalah, Taiwan bangkit menjadi negara demokrasi maju dan pusat teknologi dunia. Sekarang, Taiwan menjadi salah satu titik panas geopolitik paling berisiko di dunia, karena melibatkan potensi konflik AS-China—di mana AS menjanjikan dukungan senjata kepada Taiwan untuk mempertahankan diri.
Sejak menyatakan diri sebagai satu-satunya perwakilan China yang sah di PBB, Partai Komunis China mengeluarkan kebijakan "Satu-China" yang diadopsi seluruh negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan China. Kebijakan "Satu-China" adalah RRC sebagai satu-satunya negara China dan Taiwan menjadi bagian dari RRC.
12 Negara yang Berani Akui Taiwan sebagai Negara Merdeka
•Ibu kota: Belmopan
•Motif Pengakuan: Hubungan tradisional sejak era Perang Dingin, bantuan pembangunan dari Taiwan, beasiswa dan dukungan pertanian.
Taiwan, yang bernama resmi Republik Cina (ROC), sudah puluhan tahun memiliki pemerintahan sendiri yang demokratis di pulau kecil. Namun, China yang diperintah rezim komunis tetap mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya—lebih tepatnya sebagai provinsinya yang "nakal".
Awal mula munculnya Taiwan tak lepas dari perang saudara China tahun 1949 antara Partai Kuomintang (KMT) yang nasionalis di bawah pimpinan Chiang Kai-shek melawan Partai Komunis China yang dipimpin Mao Zedong. Perang saudara itu dimenangkan Partai Komunis China, yang memaksa KMT lari ke pulau bernama Taiwan dan kemudian mendirikan pemerintahan sendiri.
Baca Juga: 3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Sejak itu, Taiwan membentuk pemerintahan sendiri bernama Republik China (ROC) dan tetap mengeklaim sebagai pemerintah sah seluruh China. Sedangkan di Beijing, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada 1 Oktober 1949.
Selama dua dekade pertama Perang Dingin, banyak negara Barat mengakui Taiwan (ROC) sebagai China yang sah, bukan RRC. Taiwan bahkan menduduki kursi China di PBB dan Dewan Keamanan PBB hingga tahun 1971.
Namun situasi berubah ketika geopolitik bergeser, di mana Amerika Serikat dan sekutunya mulai membuka hubungan dengan Beijing untuk menyeimbangkan pengaruh Soviet.
Pada Sidang Umum PBB ke-26, melalui Resolusi 2758, mayoritas anggota PBB berbalik mengakui RRC sebagai satu-satunya wakil sah China, dan mengeluarkan Taiwan dari PBB.
Sejak itu, sebagian besar negara di dunia berpindah pengakuan ke Beijing. Sedangkan Taiwan hanya mempertahankan hubungan dengan negara-negara kecil yang tak banyak bergantung pada China.
Meski secara geopolitik kalah, Taiwan bangkit menjadi negara demokrasi maju dan pusat teknologi dunia. Sekarang, Taiwan menjadi salah satu titik panas geopolitik paling berisiko di dunia, karena melibatkan potensi konflik AS-China—di mana AS menjanjikan dukungan senjata kepada Taiwan untuk mempertahankan diri.
Sejak menyatakan diri sebagai satu-satunya perwakilan China yang sah di PBB, Partai Komunis China mengeluarkan kebijakan "Satu-China" yang diadopsi seluruh negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan China. Kebijakan "Satu-China" adalah RRC sebagai satu-satunya negara China dan Taiwan menjadi bagian dari RRC.
12 Negara yang Berani Akui Taiwan sebagai Negara Merdeka
1. Belize
•Kawasan: Amerika Tengah/Karibia•Ibu kota: Belmopan
•Motif Pengakuan: Hubungan tradisional sejak era Perang Dingin, bantuan pembangunan dari Taiwan, beasiswa dan dukungan pertanian.
Lihat Juga :