Negara NATO Ancam Hapus Moskow dari Peta, Begini Respons Rusia
Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:57 WIB
"Rusia telah meningkatkan kemampuan (militer) mereka. Ekonomi perang mereka menghasilkan amunisi empat kali lebih banyak daripada gabungan seluruh NATO. Eropa bahkan tidak memiliki komando pusat," katanya.
Dia juga menyoroti perjuangan Rusia dalam perang di Ukraina. "Karena mereka berperang melawan seluruh Barat! Ukraina berperang dengan senjata, amunisi, dan uang kita. Kalau tidak, mereka pasti sudah kewalahan sejak lama," imbuh dia.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko mengatakan kepada harian Rusia, RBC, bahwa pernyataan Francken sejalan dengan atmosfer psikosis militer yang merajalela di Eropa Barat.
Kedutaan Besar Rusia di Belgia mengecam pernyataan Francken. "Yang provokatif dan tidak bertanggung jawab sebagai absurditas belaka dan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan," katanya.
"Perbuatan Francken adalah manifestasi paling mencolok dari kegilaan militerisme yang semakin menggerogoti partai perang Eropa," lanjut kedutaan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (30/10/2025).
Kedutaan Rusia menambahkan bahwa pejabat Uni Eropa seperti Francken menimbulkan ancaman bagi masa depan benua Eropa. "Dan mampu menjerumuskannya ke dalam perang baru," imbuhnya.
Dia juga menyoroti perjuangan Rusia dalam perang di Ukraina. "Karena mereka berperang melawan seluruh Barat! Ukraina berperang dengan senjata, amunisi, dan uang kita. Kalau tidak, mereka pasti sudah kewalahan sejak lama," imbuh dia.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko mengatakan kepada harian Rusia, RBC, bahwa pernyataan Francken sejalan dengan atmosfer psikosis militer yang merajalela di Eropa Barat.
Kedutaan Besar Rusia di Belgia mengecam pernyataan Francken. "Yang provokatif dan tidak bertanggung jawab sebagai absurditas belaka dan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan," katanya.
"Perbuatan Francken adalah manifestasi paling mencolok dari kegilaan militerisme yang semakin menggerogoti partai perang Eropa," lanjut kedutaan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (30/10/2025).
Kedutaan Rusia menambahkan bahwa pejabat Uni Eropa seperti Francken menimbulkan ancaman bagi masa depan benua Eropa. "Dan mampu menjerumuskannya ke dalam perang baru," imbuhnya.
Lihat Juga :