Turki Borong 20 Jet Eurofighter Typhoon Inggris Rp173,8 Triliun

Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:05 WIB
Partai Rakyat Republik (CHP), yang merupakan partai oposisi utama Turki, telah mengkritik pemerintah-pemerintah Eropa atas respons mereka yang bungkam terhadap apa yang mereka anggap sebagai tindakan keras pemerintah yang bermotif politik terhadap İmamoğlu dan wali kota oposisi lainnya yang dipenjara. Pemerintah Erdoğan bersikeras bahwa pengadilan Turki beroperasi secara independen.

Juru bicara Starmer, Tom Wells, mengatakan bahwa Inggris mengharapkan Turki "untuk menegakkan kewajiban internasionalnya dan supremasi hukum, termasuk hak atas pengadilan yang adil", seraya menambahkan bahwa London telah mengangkat isu penangkapan tersebut dengan pemerintah Turki di sejumlah tingkatan.

"Kami selalu sangat jujur dengan mitra kami mengenai hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat," kata Wells ketika ditanya tentang catatan hak asasi manusia Turki.

"Kemitraan ekonomi dapat hidup berdampingan dengan dialog yang jujur mengenai hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat," ujarnya.

Turki memandang pembelian Eurofighter Typhoon dan jet canggih lainnya sebagai solusi sementara hingga jet tempur KAAN generasi kelima yang dikembangkan di dalam negerinya mulai beroperasi. Hal itu diperkirakan tidak lebih awal dari tahun 2028.

Turki, anggota aliansi militer NATO, juga berupaya untuk kembali bergabung dalam program jet tempur siluman F-35 yang dipimpin Amerika Serikat. Turki dikeluarkan dari program tersebut pada tahun 2019 karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia, yang dianggap sebagai risiko keamanan bagi program F-35.

Erdoğan mengangkat isu penjualan jet tempur F-35 dalam pertemuan baru-baru ini dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!