Turki Borong 20 Jet Eurofighter Typhoon Inggris Rp173,8 Triliun
Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:05 WIB
loading...
Turki sepakat membeli 20 jet Eurofighter Typhoon dari Inggris senilai lebih dari Rp173,8 triliun. Foto/Eurofighter
A
A
A
ANKARA - Turki sepakat membeli 20 unit jet Eurofighter Typhoon dari Inggris senilai €9 miliar atau lebih dari Rp173,8 triliun. Pesawat tempur ini diproduksi oleh konsorsium yang terdiri dari Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol dan dipimpin oleh BAE Systems Inggris.
Kesepakatan itu ditandatangani Turki dan Inggris pada hari Senin.
Kesepakatan untuk meningkatkan kemampuan udara Turki tersebut ditandatangani di Ankara saat kunjungan pertama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke negara itu dan menandai pesanan baru pertama jet Eurofighter Typhoon Inggris sejak 2017.
"Negara kita mungkin berada di kedua ujung Eropa, tetapi kita adalah mitra yang kuat, bekerja sama lebih erat sekarang daripada sebelumnya," ujar Starmer dalam upacara penandatanganan bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Baca Juga: Meski Sudah Mampu Memproduksi Jet Tempur Generasi ke-5, Mengapa Turki Masih Incar Eurofighter?
"Ini akan memperkuat keamanan di seluruh NATO, memperdalam kerja sama pertahanan bilateral kita, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sini dan di Inggris, mengamankan 20.000 lapangan kerja di Inggris," lanjut Starmer.
"Saya bangga bahwa Typhoon Inggris akan menjadi bagian penting Angkatan Udara Turki di tahun-tahun mendatang," imbuh dia, seperti dikutip dari Euronews, Selasa (28/10/2025).
Erdoğan memuji kesepakatan ini sebagai "simbol baru hubungan strategis antara kita sebagai dua sekutu dekat."
Starmer menambahkan bahwa kesepakatan ini memberikan opsi untuk penjualan lebih banyak jet tempur di masa mendatang.
Ankara dan London sebenarnya sudah menandatangani kesepakatan awal untuk pengadaan jet Eurofighter Typhoon pada bulan Juli.
Kesepakatan ini menyusul keputusan Jerman yang dilaporkan mencabut penolakannya yang telah lama ada terhadap penjualan jet tersebut ke Turki.
Pekan lalu, Erdoğan mengunjungi tiga negara Teluk dan mengadakan pembicaraan mengenai potensi akuisisi pesawat Typhoon bekas dari Qatar dan Oman.
Selain 20 pesawat Eurofighter Typhoon baru, Turki berencana membeli 12 jet bekas dari Qatar dan 12 lainnya dari Oman, menurut saluran berita Turki, A Haber, yang mengutip Menteri Pertahanan Yaşar Güler.
Kunjungan Starmer terjadi ketika jaksa penuntut Turki pada hari Senin mengajukan dakwaan baru terhadap Wali Kota Istanbul yang dipenjara, Ekrem İmamoğlu, yang menuduh politisi yang dianggap sebagai penantang utama Erdoğan tersebut terlibat dalam kegiatan "spionase".
İmamoğlu ditangkap pada bulan Maret atas tuduhan korupsi, yang dibantahnya dengan tegas.
Partai Rakyat Republik (CHP), yang merupakan partai oposisi utama Turki, telah mengkritik pemerintah-pemerintah Eropa atas respons mereka yang bungkam terhadap apa yang mereka anggap sebagai tindakan keras pemerintah yang bermotif politik terhadap İmamoğlu dan wali kota oposisi lainnya yang dipenjara. Pemerintah Erdoğan bersikeras bahwa pengadilan Turki beroperasi secara independen.
Juru bicara Starmer, Tom Wells, mengatakan bahwa Inggris mengharapkan Turki "untuk menegakkan kewajiban internasionalnya dan supremasi hukum, termasuk hak atas pengadilan yang adil", seraya menambahkan bahwa London telah mengangkat isu penangkapan tersebut dengan pemerintah Turki di sejumlah tingkatan.
"Kami selalu sangat jujur dengan mitra kami mengenai hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat," kata Wells ketika ditanya tentang catatan hak asasi manusia Turki.
"Kemitraan ekonomi dapat hidup berdampingan dengan dialog yang jujur mengenai hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat," ujarnya.
Turki memandang pembelian Eurofighter Typhoon dan jet canggih lainnya sebagai solusi sementara hingga jet tempur KAAN generasi kelima yang dikembangkan di dalam negerinya mulai beroperasi. Hal itu diperkirakan tidak lebih awal dari tahun 2028.
Turki, anggota aliansi militer NATO, juga berupaya untuk kembali bergabung dalam program jet tempur siluman F-35 yang dipimpin Amerika Serikat. Turki dikeluarkan dari program tersebut pada tahun 2019 karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia, yang dianggap sebagai risiko keamanan bagi program F-35.
Erdoğan mengangkat isu penjualan jet tempur F-35 dalam pertemuan baru-baru ini dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Kesepakatan itu ditandatangani Turki dan Inggris pada hari Senin.
Kesepakatan untuk meningkatkan kemampuan udara Turki tersebut ditandatangani di Ankara saat kunjungan pertama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke negara itu dan menandai pesanan baru pertama jet Eurofighter Typhoon Inggris sejak 2017.
"Negara kita mungkin berada di kedua ujung Eropa, tetapi kita adalah mitra yang kuat, bekerja sama lebih erat sekarang daripada sebelumnya," ujar Starmer dalam upacara penandatanganan bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Baca Juga: Meski Sudah Mampu Memproduksi Jet Tempur Generasi ke-5, Mengapa Turki Masih Incar Eurofighter?
"Ini akan memperkuat keamanan di seluruh NATO, memperdalam kerja sama pertahanan bilateral kita, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sini dan di Inggris, mengamankan 20.000 lapangan kerja di Inggris," lanjut Starmer.
"Saya bangga bahwa Typhoon Inggris akan menjadi bagian penting Angkatan Udara Turki di tahun-tahun mendatang," imbuh dia, seperti dikutip dari Euronews, Selasa (28/10/2025).
Erdoğan memuji kesepakatan ini sebagai "simbol baru hubungan strategis antara kita sebagai dua sekutu dekat."
Starmer menambahkan bahwa kesepakatan ini memberikan opsi untuk penjualan lebih banyak jet tempur di masa mendatang.
Ankara dan London sebenarnya sudah menandatangani kesepakatan awal untuk pengadaan jet Eurofighter Typhoon pada bulan Juli.
Kesepakatan ini menyusul keputusan Jerman yang dilaporkan mencabut penolakannya yang telah lama ada terhadap penjualan jet tersebut ke Turki.
Pekan lalu, Erdoğan mengunjungi tiga negara Teluk dan mengadakan pembicaraan mengenai potensi akuisisi pesawat Typhoon bekas dari Qatar dan Oman.
Selain 20 pesawat Eurofighter Typhoon baru, Turki berencana membeli 12 jet bekas dari Qatar dan 12 lainnya dari Oman, menurut saluran berita Turki, A Haber, yang mengutip Menteri Pertahanan Yaşar Güler.
Kunjungan Starmer terjadi ketika jaksa penuntut Turki pada hari Senin mengajukan dakwaan baru terhadap Wali Kota Istanbul yang dipenjara, Ekrem İmamoğlu, yang menuduh politisi yang dianggap sebagai penantang utama Erdoğan tersebut terlibat dalam kegiatan "spionase".
İmamoğlu ditangkap pada bulan Maret atas tuduhan korupsi, yang dibantahnya dengan tegas.
Partai Rakyat Republik (CHP), yang merupakan partai oposisi utama Turki, telah mengkritik pemerintah-pemerintah Eropa atas respons mereka yang bungkam terhadap apa yang mereka anggap sebagai tindakan keras pemerintah yang bermotif politik terhadap İmamoğlu dan wali kota oposisi lainnya yang dipenjara. Pemerintah Erdoğan bersikeras bahwa pengadilan Turki beroperasi secara independen.
Juru bicara Starmer, Tom Wells, mengatakan bahwa Inggris mengharapkan Turki "untuk menegakkan kewajiban internasionalnya dan supremasi hukum, termasuk hak atas pengadilan yang adil", seraya menambahkan bahwa London telah mengangkat isu penangkapan tersebut dengan pemerintah Turki di sejumlah tingkatan.
"Kami selalu sangat jujur dengan mitra kami mengenai hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat," kata Wells ketika ditanya tentang catatan hak asasi manusia Turki.
"Kemitraan ekonomi dapat hidup berdampingan dengan dialog yang jujur mengenai hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat," ujarnya.
Turki memandang pembelian Eurofighter Typhoon dan jet canggih lainnya sebagai solusi sementara hingga jet tempur KAAN generasi kelima yang dikembangkan di dalam negerinya mulai beroperasi. Hal itu diperkirakan tidak lebih awal dari tahun 2028.
Turki, anggota aliansi militer NATO, juga berupaya untuk kembali bergabung dalam program jet tempur siluman F-35 yang dipimpin Amerika Serikat. Turki dikeluarkan dari program tersebut pada tahun 2019 karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia, yang dianggap sebagai risiko keamanan bagi program F-35.
Erdoğan mengangkat isu penjualan jet tempur F-35 dalam pertemuan baru-baru ini dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
(mas)
Lihat Juga :