Rusia Gelar Latihan Kesiapsiagaan Triad Nuklir, Tandingi Manuver NATO

Kamis, 23 Oktober 2025 - 07:52 WIB
Kremlin mengatakan latihan tersebut menguji kesiapan sistem komando dan kendali militer serta keterampilan operasional staf, dan menambahkan bahwa semua tujuan telah tercapai.

Rusia mengadakan latihan kesiapan rutin sebagai bagian dari penangkalan nuklirnya. Dalam latihan serupa Oktober lalu, Putin mengatakan: "Persenjataan nuklir Rusia memungkinkan kita mencapai tujuan penangkalan strategis dan menegakkan paritas nuklir serta keseimbangan kekuatan global."

Bulan berikutnya, Putin memperbarui doktrin nuklir Rusia, dua hari setelah Presiden AS saat itu, Joe Biden, memberikan persetujuan kepada Ukraina untuk menyerang target jauh di dalam Rusia dengan senjata buatan Amerika.

Dalam komentarnya pada hari Rabu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyinggung perjanjian New START, sebuah perjanjian yang mulai berlaku pada tahun 2011, di mana AS dan Rusia berjanji untuk membatasi persenjataan nuklir mereka.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua negara memiliki waktu tujuh tahun untuk memenuhi batasan yang ditentukan terkait jumlah senjata nuklir jarak antarbenua yang dapat mereka miliki. Batas waktu tersebut akan berakhir pada Februari 2026.

“Jika AS menolak proposal New START, akan terjadi kekosongan total dalam hal pembatasan senjata nuklir dan ancaman nuklir yang semakin besar,” kata Ryabkov, yang dilansir RIA Novosti.

“Rusia harus diyakinkan akan kesinambungan pemerintahan AS dalam meninggalkan sikap permusuhannya,” imbuh Ryabkov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!