Israel Izinkan Anggota Keluarga Haniyeh Tinggalkan Gaza setelah Permintaan Turki

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:30 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/anadolu
JALUR GAZA - Israel mengizinkan 66 warga Palestina dan warga negara Turki untuk meninggalkan Jalur Gaza awal bulan ini setelah permintaan dari Turki. Middle East Eye melaporkan, kelompok tersebut termasuk 16 anggota keluarga mendiang Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.

Empat belas warga negara Turki dan 40 kerabat dekat warga negara Turki, termasuk pasangan, putra, ayah, dan ibu, dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian bilateral antara Israel dan Turki, menurut dua sumber terpisah.



Keputusan tersebut menyusul kesepakatan gencatan senjata Gaza yang dicapai pada pekan pertama Oktober, di mana Turki memainkan peran mediasi dengan membantu membawa Hamas ke meja perundingan.

Lima dari 16 anggota keluarga Haniyeh adalah kerabat warga negara Turki.

Turki telah lama menjalin kontak dengan Haniyeh, yang memimpin biro politik Hamas hingga Israel membunuhnya pada Juli 2024 di Teheran.

Meskipun Turki tidak memiliki kantor resmi Hamas, para pemimpin gerakan tersebut sering bepergian antara Qatar, Turki, Mesir, dan Lebanon, terkadang tinggal di Turki selama berbulan-bulan.

The Telegraph melaporkan pada tahun 2020 bahwa Turki telah memberikan kewarganegaraan kepada beberapa pemimpin Hamas, termasuk Haniyeh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!