Bos Telegram Pavel Durov Ingin Beli Permata Mahkota Prancis yang Dirampok dari Louvre

Selasa, 21 Oktober 2025 - 09:19 WIB
Museum Louvre yang ikonis di Paris, Prancis, dibobol geng perampok pada hari Minggu. Perampokan ini dianggap sebagai penghinaan tak tertahankan bagi Prancis. Foto/Google via BBC
DUBAI - Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, telah menawarkan diri untuk untuk membeli permata mahkota Prancis yang dirampok dari museum Louvre. Jika berhasil dibeli, dia bermaksud menyumbangkanya ke museum di Abu Dhabi.

Pada hari Minggu, empat perampok membobol museum Louvre Paris pada siang bolong dan membawa kabur delapan artefak, termasuk kalung, anting-anting, dan tiara milik bangsawan abad ke-19.



"Senang bisa membeli perhiasan curian dan menyumbangkannya kembali ke Louvre. Maksud saya Louvre Abu Dhabi, tentu saja; tidak ada yang mencuri dari Louvre Abu Dhabi," tulis bos Telegram tersebut di X, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Perampokan Museum Louvre Penghinaan Tak Tertahankan bagi Prancis
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!