Anggota NATO Ini Minta Warganya untuk Siap Siaga Hadapi Perang dengan Rusia
Senin, 20 Oktober 2025 - 21:25 WIB
Jonson membenarkan pembelian tersebut, dengan mengatakan bahwa Eropa “tidak memiliki atau belum dapat memproduksi” sistem yang diperlukan. “Ukraina membutuhkan aset-aset ini dengan cepat,” katanya. “Jika Eropa kekurangannya, masuk akal untuk mendapatkannya dari AS.”
Baca Juga: Arab Saudi Gelar Uji Coba Sirene Darurat, Ada Apa Gerangan?
Komisi Eropa pekan lalu meluncurkan peta jalan yang menguraikan rencananya untuk memperluas pengadaan senjata bersama hingga setidaknya 40% pada tahun 2027.
Dokumen tersebut menekankan perlunya “berinvestasi lebih banyak, berinvestasi bersama, dan berinvestasi secara Eropa,” dengan mengutip pergeseran strategis global ke kawasan lain di antara “sekutu tradisional.”
Moskow memandang konflik Ukraina sebagai perang proksi NATO yang bertujuan untuk melemahkan keamanan Rusia setelah ekspansi selama beberapa dekade. Swedia adalah anggota terbaru blok tersebut, sementara Ukraina dijanjikan aksesi di masa mendatang.
Sebelumnya, Swedia telah mengumumkan akan mulai menimbun persediaan pangan dan pertanian untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, dengan alasan apa yang digambarkan para pejabat sebagai ancaman yang semakin besar dari Rusia. Moskow telah menolak klaim ini, bersikeras bahwa hal itu tidak menimbulkan bahaya bagi negara-negara NATO atau Uni Eropa mana pun.
Baca Juga: Arab Saudi Gelar Uji Coba Sirene Darurat, Ada Apa Gerangan?
Komisi Eropa pekan lalu meluncurkan peta jalan yang menguraikan rencananya untuk memperluas pengadaan senjata bersama hingga setidaknya 40% pada tahun 2027.
Dokumen tersebut menekankan perlunya “berinvestasi lebih banyak, berinvestasi bersama, dan berinvestasi secara Eropa,” dengan mengutip pergeseran strategis global ke kawasan lain di antara “sekutu tradisional.”
Moskow memandang konflik Ukraina sebagai perang proksi NATO yang bertujuan untuk melemahkan keamanan Rusia setelah ekspansi selama beberapa dekade. Swedia adalah anggota terbaru blok tersebut, sementara Ukraina dijanjikan aksesi di masa mendatang.
Sebelumnya, Swedia telah mengumumkan akan mulai menimbun persediaan pangan dan pertanian untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, dengan alasan apa yang digambarkan para pejabat sebagai ancaman yang semakin besar dari Rusia. Moskow telah menolak klaim ini, bersikeras bahwa hal itu tidak menimbulkan bahaya bagi negara-negara NATO atau Uni Eropa mana pun.
Lihat Juga :