Tuding Hamas Langgar Kesepakatan, Menhan Israel Siapkan Perang Baru di Gaza

Senin, 20 Oktober 2025 - 03:30 WIB
Pada hari Senin, kelompok tersebut membebaskan 20 tawanan terakhir yang masih hidup dan mengembalikan jenazah 12 lainnya. Hamas mengatakan telah memenuhi kewajibannya tetapi menghadapi kesulitan dalam mengambil semua jenazah karena kehancuran Gaza dan berlanjutnya kendali Israel di beberapa wilayah.

Israel menuduh Hamas tidak berbuat cukup untuk mengembalikan jenazah 16 tawanan, sementara kedua belah pihak saling tuding melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Kemudian pada hari Minggu, Perdana Menteri Netanyahu menginstruksikan IDF "untuk mengambil tindakan tegas terhadap target-target teror di Jalur Gaza," menurut sebuah pernyataan dari kantornya. Pernyataan tersebut tidak menjelaskan apakah itu berarti IDF akan melanjutkan operasi militer secara penuh.

Pejabat senior Hamas, Izzat al-Risheq, juga pada hari Minggu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok itu tetap berkomitmen pada gencatan senjata, menuduh "pendudukan" Israel melanggarnya dan "mencari-cari alasan atas kejahatannya." Sayap militer kelompok itu membantah terlibat dalam insiden Rafah, dengan mengatakan bahwa mereka kehilangan hubungan dengan faksi-faksi di daerah itu Maret lalu.

"Kami tidak memiliki informasi tentang insiden atau bentrokan apa pun di Rafah, yang berada di bawah kendali pendudukan [Israel]," catat pernyataan itu.

Menyusul serangan udara Israel di Gaza, lebih banyak menteri telah membuat pernyataan yang meragukan komitmen pemerintah Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS.

Amichai Chikli, seorang menteri yang vokal dengan portofolio diaspora, mengatakan: "Selama Hamas masih ada, akan ada perang."

Avi Dichter, anggota kabinet Netanyahu lainnya, menggambarkan situasi tersebut sebagai "sulit dan kompleks", menuduh Hamas melanggar gencatan senjata dengan asumsi bahwa "Israel tidak akan melanjutkan pertempuran," lapor lembaga penyiaran publik Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!