Hamas Pulangkan Semua Jenazah Tawanan yang Dapat Diambil, Israel Blokir Rafah

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:41 WIB
Kesepakatan itu juga menetapkan Hamas akan mengembalikan jenazah 28 tawanan Israel yang telah meninggal dengan imbalan sekitar 400 jenazah Palestina yang saat ini ditahan Israel.

Perjanjian tersebut tidak menetapkan batas waktu pengembalian jenazah, mengingat sulitnya menemukan dan memulihkan jenazah dalam kondisi saat ini.

Sebagian besar tantangan berasal dari perang genosida Israel selama dua tahun di Gaza, yang telah menghancurkan atau merusak lebih dari 83% bangunan di Jalur Gaza, menurut perkiraan PBB.

Banyak jenazah diyakini terkubur di bawah reruntuhan atau di terowongan bawah tanah, dan beberapa mungkin tidak akan pernah ditemukan.

Hingga hari Rabu, Hamas telah menyerahkan sembilan jenazah Israel, sementara Israel telah mengembalikan 90 jenazah Palestina ke Gaza.

Sembilan belas jenazah warga Israel masih berada di Gaza dan Israel terus menahan jenazah ratusan warga Palestina, dengan perkiraan berkisar antara 700 hingga lebih dari 4.000 jenazah. Beberapa jenazah berasal dari tahun 1967 atau lebih awal.

AS: Hamas Tidak Melanggar Kesepakatan



Israel telah menggunakan penundaan pengembalian semua jenazah Israel untuk membenarkan tindakan hukuman di Jalur Gaza dan pelanggaran perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan media Israel, pemerintah Israel telah memutuskan tidak membuka kembali penyeberangan Rafah - langkah yang bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata, yang menetapkan penyeberangan akan dibuka kembali pada hari Rabu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!