Perang Berakhir, Israel Terapkan Strategi Pecah Belah di Gaza

Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:30 WIB

2. Perang Saudara Pecah

Unit Sahem, sebuah unit bersenjata yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bentrokan dimulai pada hari Sabtu ketika "sekelompok penjahat membunuh pejuang perlawanan dari Brigade Qassam", sayap bersenjata Hamas, di dekat Rumah Sakit Lapangan Jordan di Kota Gaza.

Para saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa 300 pejuang Hamas menyerbu sebuah blok perumahan tempat para pria bersenjata Doghmush bersembunyi, dan seorang sumber keamanan Palestina mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Hamas melancarkan operasi di Kota Gaza yang menewaskan 32 anggota "sebuah geng".

Menurut Kementerian Dalam Negeri, delapan anggota Hamas dan 19 anggota klan tewas. Aljafarawi juga tewas.

Terdapat curahan duka atas tewasnya Aljafarawi, di tengah-tengah video dirinya menyapa teman sekaligus koleganya, Anas al-Sharif, yang beredar di media sosial.

Al-Sharif, seorang koresponden Al Jazeera, dibunuh oleh Israel pada 10 Agustus. Aljafarawi, seperti al-Sharif, dilaporkan diancam berkali-kali oleh Israel atas laporannya.

3. Israel Ikut Bermain dalam Perang Saudara

Terdapat informasi yang saling bertentangan. Beberapa laporan dari dalam Gaza mengatakan bahwa klan tersebut memiliki afiliasi dengan Israel, tetapi para pemimpin kelompok tersebut membantahnya.

Pada awal Oktober, Nizar Doghmush, kepala klan di Kota Gaza, mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa ia telah dihubungi oleh militer Israel untuk mengelola apa yang disebut zona kemanusiaan di Kota Gaza.

Ia mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa ia menolak dan menambahkan bahwa militer Israel kemudian mengebom lingkungannya di Kota Gaza, menyerbu, dan secara sistematis menghancurkan rumah-rumah.

Doghmush dan Hamas memiliki permusuhan satu sama lain, yang di masa lalu telah berubah menjadi bentrokan bersenjata.

Tetapi Israel memang memiliki sejarah pendanaan dan dukungan terhadap kelompok-kelompok yang berupaya memicu ketegangan internal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!