Pemulihan Gaza akan Memakan Waktu Beberapa Generasi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 12:31 WIB
Warga Palestina di seluruh wilayah kantong pantai menyambut baik penangguhan pemboman Israel, yang telah menewaskan lebih dari 67.700 orang sejak Oktober 2023 dan menjerumuskan Gaza ke dalam krisis kemanusiaan.

PBB memperkirakan 92% dari seluruh bangunan tempat tinggal di Gaza telah rusak atau hancur sejak perang dimulai, dan ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi terpaksa tinggal di tenda-tenda dan tempat penampungan darurat lainnya.

Rajagopal mencatat tenda dan karavan seharusnya dikirim ke Gaza selama gencatan senjata awal tahun ini, tetapi "hampir tidak ada" yang diizinkan masuk karena blokade ketat Israel.

"Bagi saya, itulah inti permasalahan saat ini. Bahkan bantuan dan pertolongan segera kepada rakyat Gaza pun tidak mungkin diberikan kecuali Israel berhenti mengendalikan semua titik masuk. Itu penting," ujar pakar PBB tersebut kepada Al Jazeera.

Rajagopal, yang menggunakan istilah "domisida" untuk menggambarkan penghancuran rumah-rumah di Jalur Gaza, mengatakan penghancuran perumahan di Gaza telah menjadi komponen utama genosida Israel terhadap warga Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!