Ukraina Klaim Rudal Tomahawk AS Bisa Tekan Rusia untuk Berdamai
Kamis, 09 Oktober 2025 - 06:56 WIB
“Pertama, mereka [Washington] akan memberi kami roket, tetapi hanya beberapa buah, atau beberapa lusin, tetapi mereka tidak akan mengizinkan kami untuk menembakkannya sekaligus dan kami akan melihat reaksi Kremlin,” ujarnya, seperti dikutip dari The Telegraph, Kamis (9/10/2025).
"Jika Rusia tidak merespons, batasnya akan bertambah, memungkinkan serangan di perbatasan Rusia," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menyerukan semua pembatasan atas penggunaan rudal Tomahawk dicabut. “Kecuali mungkin serangan terhadap Kremlin dan langsung terhadap [Presiden Rusia Vladimir] Putin," ujarnya. "Untuk mendorong Moskow ke arah perundingan."
“Seluruh epik ini mungkin akan memakan waktu setidaknya beberapa bulan. Tapi ini sudah merupakan tekanan yang nyata,” imbuh dia.
Bulan lalu, Washington pertama kali mengisyaratkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina.
"Jika Rusia tidak merespons, batasnya akan bertambah, memungkinkan serangan di perbatasan Rusia," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menyerukan semua pembatasan atas penggunaan rudal Tomahawk dicabut. “Kecuali mungkin serangan terhadap Kremlin dan langsung terhadap [Presiden Rusia Vladimir] Putin," ujarnya. "Untuk mendorong Moskow ke arah perundingan."
“Seluruh epik ini mungkin akan memakan waktu setidaknya beberapa bulan. Tapi ini sudah merupakan tekanan yang nyata,” imbuh dia.
Bulan lalu, Washington pertama kali mengisyaratkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina.
Lihat Juga :