Siapa Omar Yaghi? Pengungsi Palestina yang Meraih Nobel Kimia
Kamis, 09 Oktober 2025 - 02:20 WIB
Omar Yaghi menjadi pengungsi Palestina yang meraih Nobel Kimia. Foto/X@BerkeleyCDSS
WASHINGTON - Omar Mounes Yaghi, seorang ahli kimia yang dikenal sebagai pelopor kimia retikuler dan kerangka logam-organik (MOF), telah dinobatkan sebagai salah satu pemenang Hadiah Nobel Kimia 2025.
Komite Nobel menyatakan bahwa hadiah tersebut diberikan bersama kepada Omar Yaghi, Susumu Kitagawa, dan Richard Robson “atas pengembangan kerangka logam-organik,” material canggih yang digunakan dalam penyimpanan gas, penangkapan karbon, dan katalisis.
Para peraih Nobel akan berbagi hadiah sebesar USD1,2 juta.
Saat ini beliau menjabat sebagai James and Neeltje Tretter Chair dalam bidang Kimia di University of California, Berkeley, menjabat sebagai ilmuwan fakultas di Lawrence Berkeley National Laboratory, dan merupakan direktur pendiri Berkeley Global Science Institute.
Komite Nobel menyatakan bahwa hadiah tersebut diberikan bersama kepada Omar Yaghi, Susumu Kitagawa, dan Richard Robson “atas pengembangan kerangka logam-organik,” material canggih yang digunakan dalam penyimpanan gas, penangkapan karbon, dan katalisis.
Para peraih Nobel akan berbagi hadiah sebesar USD1,2 juta.
Siapa Omar Yaghi? Pengungsi Palestina yang Meraih Nobel Kimia
1. Lahir dari Keluarga Palestina
Lahir di Amman, Yordania, pada tahun 1965 dari keluarga Palestina, Yaghi mendapatkan pengakuan global atas kontribusinya yang telah membentuk kembali ilmu kimia modern.Saat ini beliau menjabat sebagai James and Neeltje Tretter Chair dalam bidang Kimia di University of California, Berkeley, menjabat sebagai ilmuwan fakultas di Lawrence Berkeley National Laboratory, dan merupakan direktur pendiri Berkeley Global Science Institute.
Lihat Juga :