6 Alasan Banyak Negara Ingin Mereplikasi Drone Shahed-136 Buatan Iran
Selasa, 30 September 2025 - 11:22 WIB
Ia mengungkapkan bahwa ia telah secara langsung menantang produsen senjata Amerika untuk memproduksi drone yang sebanding, tetapi justru ditegur dengan harga yang mencengangkan, yaitu $41 juta untuk model yang mirip dengan Iran, yang harganya hanya USD35.000 hingga USD40.000.
Perbedaan biaya yang sangat besar mendorong Trump untuk mengkritik keras kompleks industri militer AS karena penetapan harga yang terlalu tinggi, dan ia secara eksplisit mendesak agar Amerika belajar dari metode produksi Iran yang hemat biaya.
Pernyataannya, yang diselingi dengan penggambaran yang gamblang tentang daya mematikan drone tersebut – "Anda bersembunyi di balik pohon, sebuah drone akan turun dan menghujani Anda dengan api. Anda tidak punya peluang" – menandakan pengakuan yang mendalam bahwa paradigma peperangan telah bergeser, dan Iran saat ini memegang keunggulan signifikan dalam bidang ini.
Dibangun sebagai bagian dari strategi Iran untuk menggunakan senjata asimetris yang murah, Shahed-136 adalah drone kamikaze yang dirancang untuk serangan presisi terhadap target bernilai tinggi.
Desainnya yang sederhana namun efektif menggunakan rangka sayap delta dengan baling-baling pendorong yang digerakkan oleh mesin Jerman hasil rekayasa balik, sehingga sistem ini memiliki lebar sayap sekitar 2,5 meter dan massa sekitar 200–250 kilogram.
Baca Juga: NATO Tak Berkutik, Drone Tak Dikenal Ganggu Pangkalan Militer Denmark
Muatannya — hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 40-50 kg — cukup untuk menghancurkan atau merusak infrastruktur, pusat komando, dan depot bahan bakar.
Kecerdasan sejati drone ini tidak terletak pada satu teknologi canggih saja, melainkan pada filosofi desainnya yang menekankan keterjangkauan dan produksi massal.
Dirancang khusus untuk serangan saturasi, di mana puluhan atau bahkan ratusan drone diluncurkan secara bersamaan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara yang canggih dan mahal.
Satu rudal pencegat Patriot, yang dapat berharga jutaan dolar, dapat digunakan untuk melawan drone yang diproduksi hanya dengan harga puluhan ribu, menciptakan ketidakseimbangan ekonomi yang parah bagi para pembela.
Diluncurkan dari rak bergerak sederhana yang masing-masing dapat menampung lima drone, Shahed-136 membutuhkan infrastruktur minimal dan dapat digunakan dalam jumlah besar dari lokasi yang tersebar.
Penampang radar yang kecil dan jalur penerbangannya yang rendah membuatnya sulit dideteksi dan dilacak, dan ketika digunakan secara berkelompok, ia menimbulkan ancaman yang hampir tak terkendali.
Perbedaan biaya yang sangat besar mendorong Trump untuk mengkritik keras kompleks industri militer AS karena penetapan harga yang terlalu tinggi, dan ia secara eksplisit mendesak agar Amerika belajar dari metode produksi Iran yang hemat biaya.
Pernyataannya, yang diselingi dengan penggambaran yang gamblang tentang daya mematikan drone tersebut – "Anda bersembunyi di balik pohon, sebuah drone akan turun dan menghujani Anda dengan api. Anda tidak punya peluang" – menandakan pengakuan yang mendalam bahwa paradigma peperangan telah bergeser, dan Iran saat ini memegang keunggulan signifikan dalam bidang ini.
3. Mengubah Kalkulasi Taktis Perang Asimetris
Fokus perhatian dan kekaguman dunia adalah Shahed-136, sebuah amunisi loitering jarak jauh berbiaya rendah buatan Iran yang telah mengubah kalkulasi taktis.Dibangun sebagai bagian dari strategi Iran untuk menggunakan senjata asimetris yang murah, Shahed-136 adalah drone kamikaze yang dirancang untuk serangan presisi terhadap target bernilai tinggi.
Desainnya yang sederhana namun efektif menggunakan rangka sayap delta dengan baling-baling pendorong yang digerakkan oleh mesin Jerman hasil rekayasa balik, sehingga sistem ini memiliki lebar sayap sekitar 2,5 meter dan massa sekitar 200–250 kilogram.
Baca Juga: NATO Tak Berkutik, Drone Tak Dikenal Ganggu Pangkalan Militer Denmark
4. Melaju dengan Kecepatan Tinggi
Kemampuan tangguh Shahed-136 berasal dari karakteristik kinerja utamanya: ia dapat melaju dengan kecepatan 185-200 km/jam dan memiliki jangkauan operasional diperkirakan hingga 2.500 km, memungkinkannya untuk menyerang target jauh di belakang garis musuh.Muatannya — hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 40-50 kg — cukup untuk menghancurkan atau merusak infrastruktur, pusat komando, dan depot bahan bakar.
Kecerdasan sejati drone ini tidak terletak pada satu teknologi canggih saja, melainkan pada filosofi desainnya yang menekankan keterjangkauan dan produksi massal.
Dirancang khusus untuk serangan saturasi, di mana puluhan atau bahkan ratusan drone diluncurkan secara bersamaan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara yang canggih dan mahal.
Satu rudal pencegat Patriot, yang dapat berharga jutaan dolar, dapat digunakan untuk melawan drone yang diproduksi hanya dengan harga puluhan ribu, menciptakan ketidakseimbangan ekonomi yang parah bagi para pembela.
Diluncurkan dari rak bergerak sederhana yang masing-masing dapat menampung lima drone, Shahed-136 membutuhkan infrastruktur minimal dan dapat digunakan dalam jumlah besar dari lokasi yang tersebar.
Penampang radar yang kecil dan jalur penerbangannya yang rendah membuatnya sulit dideteksi dan dilacak, dan ketika digunakan secara berkelompok, ia menimbulkan ancaman yang hampir tak terkendali.
Lihat Juga :