Presiden Palestina Kecam 2 Tahun Genosida di Gaza dan Perluasan Permukiman Israel di Tepi Barat
Kamis, 25 September 2025 - 22:15 WIB
Ia mengatakan penargetan warga negara Israel dan penyanderaan "tidak mewakili rakyat Palestina, juga tidak mewakili perjuangan mereka yang adil untuk kebebasan dan kemerdekaan.”
"Kami telah menegaskan, dan akan terus menegaskan, bahwa Jalur Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina, dan kami siap memikul tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di sana," papar dia.
Abbas menegaskan, "Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan," dengan mengatakan Hamas dan faksi-faksi lainnya harus menyerahkan senjata mereka sebagai bagian dari proses pembangunan negara.
“Hamas dan faksi-faksi lainnya harus menyerahkan senjata mereka kepada Otoritas Nasional Palestina sebagai bagian dari proses pembangunan institusi satu negara, satu hukum, dan satu pasukan keamanan yang sah. Kami tegaskan kembali bahwa kami tidak menginginkan negara bersenjata. Hadirin sekalian, luka kami sangat dalam dan musibah kami sangat besar,” ujar dia.
Abbas menyampaikan apresiasinya kepada "semua orang dan organisasi di seluruh dunia yang berunjuk rasa mendukung hak-hak rakyat Palestina atas kebebasan dan kemerdekaan serta untuk menghentikan perang, kehancuran, dan kelaparan."
Ia kemudian mendesak agar dukungan Palestina tidak disamakan dengan antisemitisme.
"Kami menolak mencampuradukkan solidaritas dengan perjuangan Palestina dan isu antisemitisme, yang merupakan sesuatu yang kami tolak berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kami dalam kerangka menyambut hasil Konferensi Internasional untuk Perdamaian," tegas dia.
Baca juga: Protes Gen-Z Guncang Ladakh India, Kantor Partai Berkuasa Dibakar, 4 Orang Tewas
"Kami telah menegaskan, dan akan terus menegaskan, bahwa Jalur Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina, dan kami siap memikul tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di sana," papar dia.
Abbas menegaskan, "Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan," dengan mengatakan Hamas dan faksi-faksi lainnya harus menyerahkan senjata mereka sebagai bagian dari proses pembangunan negara.
“Hamas dan faksi-faksi lainnya harus menyerahkan senjata mereka kepada Otoritas Nasional Palestina sebagai bagian dari proses pembangunan institusi satu negara, satu hukum, dan satu pasukan keamanan yang sah. Kami tegaskan kembali bahwa kami tidak menginginkan negara bersenjata. Hadirin sekalian, luka kami sangat dalam dan musibah kami sangat besar,” ujar dia.
Abbas menyampaikan apresiasinya kepada "semua orang dan organisasi di seluruh dunia yang berunjuk rasa mendukung hak-hak rakyat Palestina atas kebebasan dan kemerdekaan serta untuk menghentikan perang, kehancuran, dan kelaparan."
Ia kemudian mendesak agar dukungan Palestina tidak disamakan dengan antisemitisme.
"Kami menolak mencampuradukkan solidaritas dengan perjuangan Palestina dan isu antisemitisme, yang merupakan sesuatu yang kami tolak berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kami dalam kerangka menyambut hasil Konferensi Internasional untuk Perdamaian," tegas dia.
Baca juga: Protes Gen-Z Guncang Ladakh India, Kantor Partai Berkuasa Dibakar, 4 Orang Tewas
(sya)
Lihat Juga :