Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan di Berbagai Negara
Senin, 22 September 2025 - 15:19 WIB
Saat memberikan sentuhan akhir pada mural semprot bergambar Jolly Roger si Topi Jerami, seniman Indonesia Kemas Muhammad Firdaus mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa gambar manga tersebut merupakan "simbol peringatan bagi pemerintah, sehingga mereka harus memperhatikan rakyatnya."
"Banyak orang Indonesia mengibarkan bendera One Piece karena mereka ingin pemerintah mendengarkan mereka," kata Firdaus kepada Reuters, sambil memegang bendera Jolly Roger miliknya sendiri.
"Pada akhirnya, masyarakat berharap pemerintah akan memperbaiki masalah yang ada."
Bikhyat Khatri, yang turut mengorganisir protes Nepal, mengatakan bendera tersebut "melambangkan agresi dan tekad untuk melawan apa pun yang menghalanginya."
"Banyak anak muda di Nepal menyukai anime," jelas Khatri, dilansir CNN. "Kami ingin gerakan ini terasa seperti gerakan Gen Z, sehingga slogan dan simbol yang digunakan selama protes dikaitkan dengan hal-hal yang dapat dipahami oleh anak muda Gen Z."
Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam
"Banyak orang Indonesia mengibarkan bendera One Piece karena mereka ingin pemerintah mendengarkan mereka," kata Firdaus kepada Reuters, sambil memegang bendera Jolly Roger miliknya sendiri.
"Pada akhirnya, masyarakat berharap pemerintah akan memperbaiki masalah yang ada."
2. Bendera One Piece di Nepal
Di Nepal, generasi muda menggunakan bendera ini saat menuntut reformasi politik. Simbol tengkorak dengan topi jerami mencerminkan keberanian mereka untuk menantang arus politik lama dan memperjuangkan masa depan yang lebih demokratis.Bikhyat Khatri, yang turut mengorganisir protes Nepal, mengatakan bendera tersebut "melambangkan agresi dan tekad untuk melawan apa pun yang menghalanginya."
"Banyak anak muda di Nepal menyukai anime," jelas Khatri, dilansir CNN. "Kami ingin gerakan ini terasa seperti gerakan Gen Z, sehingga slogan dan simbol yang digunakan selama protes dikaitkan dengan hal-hal yang dapat dipahami oleh anak muda Gen Z."
Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam
Lihat Juga :