Setelah Sukses di Nepal, Gen Z Gelorakan Revolusi One Piece di Filipina

Minggu, 21 September 2025 - 16:06 WIB
Marcos mengatakan pada hari Senin bahwa ia sama sekali tidak menyalahkan orang-orang atas protes terhadap skandal tersebut dan menyerukan agar demonstrasi berlangsung damai. Presiden menambahkan bahwa tentara berada dalam "siaga merah" sebagai tindakan pencegahan.

Melaporkan dari Manila, Al Jazeera mengungkapkan bahwa protes tersebut dipimpin oleh gereja-gereja Kristen dari semua denominasi, tetapi Gereja Katolik "secara historis" telah mampu "menggalang semangat rakyat Filipina".

"Bukanlah suatu kebetulan bahwa protes-protes ini terjadi pada 21 September, yang merupakan peringatan deklarasi darurat militer oleh mantan Presiden Ferdinand Marcos Sr., dan berlangsung di jalan raya yang sama tempat dua revolusi kekuatan rakyat terjadi," demikian laporan Al Jazeera.

para pengunjuk rasa menginginkan presiden untuk melembagakan "reformasi berkelanjutan" yang akan "membasmi segala peluang korupsi di semua tingkat pemerintahan".

Aly Villahermosa, seorang mahasiswa keperawatan berusia 23 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa ia telah mengarungi banjir di negara yang rawan badai tersebut.

"Jika ada anggaran untuk proyek-proyek bayangan, mengapa tidak ada anggaran untuk sektor kesehatan?" katanya, seraya menambahkan bahwa pencurian dana publik itu "sungguh memalukan".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!