Ketika Rusia Terus Sebar Provokasi ke NATO, Mantan Presiden Ukraina Ini Serukan Perebutan Moskow
Minggu, 21 September 2025 - 19:45 WIB
Ia juga mengkritik mereka yang hanya ingin Ukraina merebut kembali wilayah yang direbut Rusia, termasuk Krimea.
BacaJuga: Negara-negara Arab Gelontorkan Rp33.294 Triliun ke AS, Berikut 4 Motifnya
"Jika Anda berpikir bahwa kembali ke perbatasan tahun 1991 adalah formula kemenangan... Anda sebenarnya mewariskan masalah terbesar kepada anak cucu Anda. Masalahnya adalah Moskow," katanya.
Ketika pembawa acara bertanya apakah maksudnya pasukan Ukraina harus maju ke ibu kota Rusia, mantan presiden itu menegaskan: "Ya, ke Moskow."
Ia menjelaskan bahwa ibu kota Rusia harus jatuh karena "tidak ada satu orang pun di dunia, tidak ada satu pun kebangsaan, tidak ada satu pun negara yang dapat hidup damai... selama rezim [Presiden Rusia Vladimir] Putin masih ada."
BacaJuga: Negara-negara Arab Gelontorkan Rp33.294 Triliun ke AS, Berikut 4 Motifnya
"Jika Anda berpikir bahwa kembali ke perbatasan tahun 1991 adalah formula kemenangan... Anda sebenarnya mewariskan masalah terbesar kepada anak cucu Anda. Masalahnya adalah Moskow," katanya.
Ketika pembawa acara bertanya apakah maksudnya pasukan Ukraina harus maju ke ibu kota Rusia, mantan presiden itu menegaskan: "Ya, ke Moskow."
Ia menjelaskan bahwa ibu kota Rusia harus jatuh karena "tidak ada satu orang pun di dunia, tidak ada satu pun kebangsaan, tidak ada satu pun negara yang dapat hidup damai... selama rezim [Presiden Rusia Vladimir] Putin masih ada."
Lihat Juga :