Trump Ancam Afghanistan Jika Tak Serahkan Pangkalan Bagram ke AS: 'Hal Buruk Akan Terjadi!'
Minggu, 21 September 2025 - 11:16 WIB
Bagram, pangkalan udara terbesar di Afghanistan, merupakan kunci dari upaya perang yang dipimpin AS melawan Taliban, yang pemerintahannya digulingkan Washington setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Sebagai fasilitas yang sangat besar dan luas, Amnesty International, Human Rights Watch, dan lainnya telah berulang kali mengangkat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia sistematis oleh pasukan AS di Bagram, terutama yang berkaitan dengan tahanan dalam "Perang Melawan Teror" Washington yang tidak jelas.
Trump sering menyesalkan hilangnya akses militer AS ke Pangkalan Udara Bagram, mengingat kedekatannya dengan China, tetapi hari Kamis adalah pertama kalinya dia mengumumkan bahwa dia sedang menangani masalah ini.
"Kami sedang berusaha untuk mendapatkan, ngomong-ngomong, itu bisa jadi berita besar. Kami berusaha mendapatkannya kembali karena mereka membutuhkan sesuatu dari kami," kata Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pasukan AS—di era Presiden Joe Biden—dan NATO secara kacau ditarik keluar dari Pangkalan Udara Bagram pada Juli 2021 sebagai bagian dari kesepakatan damai yang ditengahi sebelumnya oleh Trump. Saat itu, Taliban yang bangkit kembali mengambil alih sebagian besar wilayah Afghanistan sebelum akhirnya menguasai seluruh negeri.
Sebagai fasilitas yang sangat besar dan luas, Amnesty International, Human Rights Watch, dan lainnya telah berulang kali mengangkat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia sistematis oleh pasukan AS di Bagram, terutama yang berkaitan dengan tahanan dalam "Perang Melawan Teror" Washington yang tidak jelas.
Trump sering menyesalkan hilangnya akses militer AS ke Pangkalan Udara Bagram, mengingat kedekatannya dengan China, tetapi hari Kamis adalah pertama kalinya dia mengumumkan bahwa dia sedang menangani masalah ini.
"Kami sedang berusaha untuk mendapatkan, ngomong-ngomong, itu bisa jadi berita besar. Kami berusaha mendapatkannya kembali karena mereka membutuhkan sesuatu dari kami," kata Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pasukan AS—di era Presiden Joe Biden—dan NATO secara kacau ditarik keluar dari Pangkalan Udara Bagram pada Juli 2021 sebagai bagian dari kesepakatan damai yang ditengahi sebelumnya oleh Trump. Saat itu, Taliban yang bangkit kembali mengambil alih sebagian besar wilayah Afghanistan sebelum akhirnya menguasai seluruh negeri.
Lihat Juga :