Hizbullah Makin Mesra dengan Arab Saudi, Ada Apa Gerangan?
Minggu, 21 September 2025 - 04:55 WIB
Qassem memperingatkan bahwa Timur Tengah berada di "titik balik yang berbahaya," merujuk pada serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha awal bulan ini, yang dikutuk Qatar. Ia mengklaim ambisi Israel meluas melampaui Palestina dan Lebanon hingga ke Yordania, Mesir, Suriah, Irak, Arab Saudi, Yaman, dan Iran.
"Senjata Hizbullah hanya ditujukan kepada musuh Israel, bukan Arab Saudi atau pihak mana pun," kata Qassem, dilansir Gulf News. "Menekan perlawanan merupakan keuntungan bersih bagi Israel, dan ketiadaan perlawanan membahayakan semua negara."
Ia juga mendesak para pesaing Lebanon untuk tidak melayani kepentingan Israel, menyerukan persatuan di dalam pemerintahan dan parlemen untuk menghadapi Israel, mempercepat rekonstruksi, pemberantasan korupsi, dan dorong reformasi. Ia menegaskan kembali bahwa Hizbullah tidak akan melucuti senjata.
Pernyataan tersebut menyusul tekanan internasional yang kembali muncul untuk membubarkan kelompok-kelompok bersenjata. Sebuah rencana Kabinet yang disetujui pada bulan Agustus akan menempatkan semua senjata di bawah kendali negara pada akhir tahun 2025, meskipun Hizbullah menolak pelucutan senjata hingga Israel mundur dan rekonstruksi dimulai.
"Senjata Hizbullah hanya ditujukan kepada musuh Israel, bukan Arab Saudi atau pihak mana pun," kata Qassem, dilansir Gulf News. "Menekan perlawanan merupakan keuntungan bersih bagi Israel, dan ketiadaan perlawanan membahayakan semua negara."
Ia juga mendesak para pesaing Lebanon untuk tidak melayani kepentingan Israel, menyerukan persatuan di dalam pemerintahan dan parlemen untuk menghadapi Israel, mempercepat rekonstruksi, pemberantasan korupsi, dan dorong reformasi. Ia menegaskan kembali bahwa Hizbullah tidak akan melucuti senjata.
Pernyataan tersebut menyusul tekanan internasional yang kembali muncul untuk membubarkan kelompok-kelompok bersenjata. Sebuah rencana Kabinet yang disetujui pada bulan Agustus akan menempatkan semua senjata di bawah kendali negara pada akhir tahun 2025, meskipun Hizbullah menolak pelucutan senjata hingga Israel mundur dan rekonstruksi dimulai.
(ahm)
Lihat Juga :