Akankah Saudi Memiliki Akses ke Senjata Nuklir Pakistan?
Sabtu, 20 September 2025 - 20:12 WIB
BacaJuga: 3 MiG-31 Rusia Terus Memprovokasi, Estonia Minta Bantuan NATO
Ia menambahkan bahwa Pakistan, yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 1998, "adalah kekuatan nuklir yang bertanggung jawab," sebuah status yang "tidak pernah" digugat.
"Ini bukan perjanjian hegemonik, melainkan pakta pertahanan, sementara AS sendiri memiliki perjanjian semacam itu dengan banyak negara," tambahnya.
"Mempertahankan diri adalah hak asasi kami. Kami tidak berniat menduduki tanah orang lain."
2. Saudi Paling Diuntungkan
Ketika ditanya apakah Arab Saudi akan mendapatkan keuntungan dari payung nuklir Pakistan, Asif mengatakan: "Apa yang kami miliki, kemampuan kami, pasti akan tersedia di bawah pakta ini."Ia menambahkan bahwa Pakistan, yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 1998, "adalah kekuatan nuklir yang bertanggung jawab," sebuah status yang "tidak pernah" digugat.
3. Bukan Perjanjian Hegemonik
Menanggapi apakah AS telah diajak berkonsultasi mengenai pakta pertahanan dengan Riyadh, Asif mengatakan tidak ada dasar atau pembenaran untuk meminta pihak ketiga untuk merahasiakannya."Ini bukan perjanjian hegemonik, melainkan pakta pertahanan, sementara AS sendiri memiliki perjanjian semacam itu dengan banyak negara," tambahnya.
"Mempertahankan diri adalah hak asasi kami. Kami tidak berniat menduduki tanah orang lain."
Lihat Juga :