Komunikasi Lumpuh di Kota Gaza, 800.000 Warga Palestina Terisolir seiring Gempuran Israel
Jum'at, 19 September 2025 - 14:27 WIB
Badan investigasi tertinggi PBB untuk Palestina dan Israel pada hari Selasa memutuskan Israel bersalah atas kejahatan genosida di Gaza, dalam pernyataan paling otoritatif hingga saat ini.
Lebih dari 65.141 warga Palestina telah tewas sejak Israel melancarkan kampanye genosida di wilayah kantong yang terkepung tersebut lebih dari 23 bulan yang lalu.
Peringatan di X yang diterbitkan Euro-Med Human Rights Monitor (Euromed) mengatakan, "Pengeboman tanpa henti, runtuhnya gedung-gedung tinggi, dan hancurnya infrastruktur internet telah membuat Kota Gaza mati total."
Dengan Israel yang secara efektif memutus komunikasi di sebagian besar kota, Euromed memperkirakan pemadaman listrik tersebut mengisolasi sekitar 800.000 warga Palestina.
“Hal itu membungkam suara mereka seiring meningkatnya serangan Israel," papar Euromed.
Meskipun Israel melancarkan sejumlah pembantaian mematikan di dalam kota, pemadaman listrik yang dibuat Israel tersebut memastikan hanya akan ada sedikit atau bahkan tidak ada liputan media.
Sebagian besar jurnalis mengandalkan metode penggunaan e-SIM untuk melanjutkan liputan mereka, yang mengharuskan mereka mencari tempat yang lebih tinggi untuk menerima sinyal - seperti terhubung dari atap menara dan gedung-gedung tinggi.
Namun, dengan serangan terbaru Israel terhadap gedung-gedung bertingkat dengan atau tanpa ancaman pengusiran, dalam situasi saat ini, sangat menakutkan bagi jurnalis dan warga sipil untuk memanfaatkan area-area ini.
Lebih dari 65.141 warga Palestina telah tewas sejak Israel melancarkan kampanye genosida di wilayah kantong yang terkepung tersebut lebih dari 23 bulan yang lalu.
Peringatan di X yang diterbitkan Euro-Med Human Rights Monitor (Euromed) mengatakan, "Pengeboman tanpa henti, runtuhnya gedung-gedung tinggi, dan hancurnya infrastruktur internet telah membuat Kota Gaza mati total."
Dengan Israel yang secara efektif memutus komunikasi di sebagian besar kota, Euromed memperkirakan pemadaman listrik tersebut mengisolasi sekitar 800.000 warga Palestina.
“Hal itu membungkam suara mereka seiring meningkatnya serangan Israel," papar Euromed.
Meskipun Israel melancarkan sejumlah pembantaian mematikan di dalam kota, pemadaman listrik yang dibuat Israel tersebut memastikan hanya akan ada sedikit atau bahkan tidak ada liputan media.
Sebagian besar jurnalis mengandalkan metode penggunaan e-SIM untuk melanjutkan liputan mereka, yang mengharuskan mereka mencari tempat yang lebih tinggi untuk menerima sinyal - seperti terhubung dari atap menara dan gedung-gedung tinggi.
Namun, dengan serangan terbaru Israel terhadap gedung-gedung bertingkat dengan atau tanpa ancaman pengusiran, dalam situasi saat ini, sangat menakutkan bagi jurnalis dan warga sipil untuk memanfaatkan area-area ini.
Robot Pembunuh
Lihat Juga :