PM Qatar Bertemu Trump Setelah Serangan Berdarah Israel di Doha
Sabtu, 13 September 2025 - 09:40 WIB
Namun, dalam apa yang tampaknya merupakan wujud dukungan berkelanjutan bagi Israel, Rubio akan tiba di Israel akhir pekan ini untuk kunjungan dua hari sebelum menghadiri KTT PBB mendatang pada 22 September, di mana sejumlah negara Barat berencana mengakui negara Palestina.
Pertemuan tersebut menandakan momentum internasional yang semakin besar menuju penyelesaian pascakonflik yang layak bagi Israel dan Palestina, yang tercermin dalam pertemuan Majelis Umum PBB hari Jumat, yang mengesahkan resolusi yang mendorong kebangkitan solusi dua negara.
Prancis dan Arab Saudi telah berperan penting dalam mendorong "tindakan kolektif untuk mengakhiri perang di Gaza, untuk mencapai penyelesaian yang adil, damai, dan langgeng atas konflik Israel-Palestina", yang sejauh ini telah menewaskan 64.756 orang.
“Selama kunjungannya ke Israel, Rubio akan berbicara kepada para pemimpin tentang komitmen kami untuk memerangi tindakan anti-Israel, termasuk pengakuan sepihak atas negara Palestina yang memberi penghargaan kepada terorisme Hamas," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott.
"Dia juga akan menekankan tujuan bersama kita: memastikan Hamas tidak akan pernah menguasai Gaza lagi dan memulangkan semua sandera," tambah Pigott.
Baca juga: Qatar Murka Netanyahu Bandingkan Serangan Israel di Doha dengan 9/11
Pertemuan tersebut menandakan momentum internasional yang semakin besar menuju penyelesaian pascakonflik yang layak bagi Israel dan Palestina, yang tercermin dalam pertemuan Majelis Umum PBB hari Jumat, yang mengesahkan resolusi yang mendorong kebangkitan solusi dua negara.
Prancis dan Arab Saudi telah berperan penting dalam mendorong "tindakan kolektif untuk mengakhiri perang di Gaza, untuk mencapai penyelesaian yang adil, damai, dan langgeng atas konflik Israel-Palestina", yang sejauh ini telah menewaskan 64.756 orang.
“Selama kunjungannya ke Israel, Rubio akan berbicara kepada para pemimpin tentang komitmen kami untuk memerangi tindakan anti-Israel, termasuk pengakuan sepihak atas negara Palestina yang memberi penghargaan kepada terorisme Hamas," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott.
"Dia juga akan menekankan tujuan bersama kita: memastikan Hamas tidak akan pernah menguasai Gaza lagi dan memulangkan semua sandera," tambah Pigott.
Baca juga: Qatar Murka Netanyahu Bandingkan Serangan Israel di Doha dengan 9/11
(sya)
Lihat Juga :