Menlu Nepal Tak Luput dari Amuk Massa, Ditendang dan Dipukuli di Rumahnya

Rabu, 10 September 2025 - 12:14 WIB
Dipimpin oleh para pemuda Nepal, protes tersebut menunjukkan titik kritis dari sentimen lama yang menentang para politisi, keluarga mereka, dan kekhawatiran atas korupsi.

Video-video tersebut menunjukkan situasi seperti perang di ibu kota Kathmandu, dengan pasukan kecil yang terdiri dari pemuda dan pemudi menduduki ruang publik dan terlibat dalam pertempuran sengit dengan polisi.

Beberapa situs media sosial -- termasuk Facebook, YouTube, dan X -- diblokir pada hari Jumat di negara Himalaya berpenduduk 30 juta jiwa ini, setelah pemerintah memutus akses ke 26 platform yang tidak terdaftar.

Para pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan slogan-slogan seperti "Tutup korupsi, bukan media sosial", "Batalkan pemblokiran media sosial", dan "Pemuda lawan korupsi" saat mereka berbaris di Kathmandu, sementara video dengan tagar seperti #NepoKid, #NepoBabies, dan #PoliticiansNepoBabyNepal membanjiri media sosial.

Kerusuhan ini merupakan yang terburuk dalam beberapa dekade dan jauh lebih keras daripada yang terjadi di negara Himalaya tersebut pada tahun 2006, ketika pemberontakan memaksa raja Nepal untuk melepaskan kekuasaan otoriternya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!