Politik Prancis Terus Bergejolak, Presiden Macron Diminta Mundur

Senin, 08 September 2025 - 03:05 WIB
Aksi unjuk rasa tersebut diorganisir oleh mantan politisi National Rally, Florian Philippot, dan partainya yang Euroskeptis, Patriots, yang menentang pengiriman senjata ke Ukraina dan memperingatkan eskalasi lebih lanjut dengan Rusia.

Aktivis sayap kiri dan serikat pekerja merencanakan pemogokan dan protes terpisah pada hari Rabu, dengan slogan "Mari kita blokir semuanya".

Bayrou menghadapi mosi tidak percaya pada hari Senin saat ia mencari dukungan untuk anggaran yang diusulkannya, sementara Prancis berjuang dengan defisit fiskal sebesar 5,8% dari PDB – hampir dua kali lipat batas 3% Uni Eropa.

Rencananya mencakup pemotongan lapangan kerja sektor publik, program kesejahteraan, dan pensiun, langkah-langkah yang dikecam oposisi karena memprioritaskan pengeluaran militer daripada dukungan sosial.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!