Putin: Tentara Barat Target Sah Militer Rusia Jika Masuk Ukraina

Minggu, 07 September 2025 - 10:46 WIB
Dia berpendapat bahwa pengerahan pasukan semacam itu akan menghambat, alih-alih mengamankan perdamaian jangka panjang, dan menegaskan kembali pandangannya bahwa hubungan militer Ukraina yang semakin erat dengan Barat merupakan salah satu "akar penyebab" konflik tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berdiri di samping Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Kamis, mengatakan 26 negara telah secara resmi berkomitmen untuk misi tersebut, meskipun detail seperti jumlah pasukan dan kontribusinya masih belum jelas.

Dia menekankan bahwa pasukan tersebut tidak akan bertempur di garis depan tetapi berfungsi untuk "mencegah agresi besar baru".

Zelensky menyambut baik janji tersebut sebagai langkah serius dan konkret pertama dalam mengamankan masa depan Ukraina pascaperang.

Namun, Rusia kemungkinan besar tidak akan mendukung "pasukan penenang" Barat, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah rencana tersebut memang sudah ditakdirkan gagal sejak awal.

Moskow telah berulang kali menyatakan tidak akan menerima pembahasan jaminan keamanan apa pun tanpa partisipasinya, dengan alasan bahwa mereka harus menjadi pihak dalam perundingan tersebut—sebuah posisi yang oleh para analis diibaratkan seperti membiarkan rubah menjaga kandang ayam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!