Putin: Tentara Barat Target Sah Militer Rusia Jika Masuk Ukraina

Minggu, 07 September 2025 - 10:46 WIB
Putin menolak gagasan pasukan penjaga perdamaian Barat sepenuhnya, bersikeras bahwa penyelesaian apa pun seharusnya cukup untuk menjaga perdamaian antara Rusia dan tetangganya.

"Jika keputusan yang akan mengarah pada perdamaian, perdamaian jangka panjang, dicapai, maka saya sama sekali tidak melihat gunanya kehadiran mereka di wilayah Ukraina. Karena jika kesepakatan tercapai, jangan ada yang meragukan bahwa Rusia akan sepenuhnya mematuhinya," ujarnya, seperti dikutip dari The Moscow Times, Minggu (7/9/2025).

Ukraina dan sekutu Baratnya tetap tidak yakin. Mereka merujuk pada catatan panjang pelanggaran Rusia yang dimulai sejak Memorandum Budapest 1994. Berdasarkan perjanjian pasca-Soviet tersebut, Kyiv menyerahkan persenjataan nuklirnya dengan imbalan jaminan dari Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris bahwa kedaulatan dan perbatasannya akan dihormati dan kekerasan tidak akan digunakan untuk melawannya.

Di tengah hiruk-pikuk diplomatik dalam beberapa bulan terakhir, yang berpuncak pada pertemuan puncak Rusia-AS di Alaska pada bulan Agustus, para pemimpin Barat menuduh Putin mengulur waktu sementara pasukannya bergerak maju di Ukraina timur.

Dalam konferensi pers di China awal pekan lalu, dia membanggakan bahwa pasukan Rusia "maju ke segala arah", meskipun para analis mengatakan kemajuan tersebut telah mengorbankan banyak nyawa.

Dalam isyarat yang paling jelas, Putin mengatakan bahwa jika diplomasi gagal, Rusia siap untuk terus berjuang hingga mencapai tujuannya dengan cara militer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!