Maduro: 8 Kapal Perang AS dengan 1.200 Rudal Targetkan Venezuela
Selasa, 02 September 2025 - 08:33 WIB
Presiden Maduro, yang dua kali terpilih kembali pada tahun 2024 dan 2018 tapi tidak diakui oleh Amerika Serikat atau sebagian besar komunitas internasional, mengatakan: "Menanggapi tekanan militer maksimum, kami telah menyatakan kesiapan maksimum untuk membela Venezuela."
Washington telah menggandakan hadiah uang untuk penangkapan Maduro menjadi USD50 juta (lebih dari Rp822 miliar), tetapi belum secara terbuka mengancam akan menginvasi Venezuela.
Caracas telah menyatakan akan berpatroli di perairan teritorialnya dan memobilisasi lebih dari empat juta anggota milisi sebagai tanggapan atas ancaman AS.
Maduro menyesalkan terputusnya saluran komunikasi dengan Amerika Serikat, dan berjanji negaranya tidak akan pernah menyerah pada pemerasan atau ancaman apa pun.
Dalam konferensi pers tersebut, Maduro memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa Menteri Luar Negerinya, Marco Rubio, ingin membawanya ke dalam pertumpahan darah. "Dengan pembantaian terhadap rakyat Venezuela," katanya.
Versi laporan AP, yang mengutip pejabat pertahanan AS, ada tujuh kapal perang AS yang sudah berada di perairan Amerika Latin di dekat wilayah Venezuela. Tujuh kapal itu adalah dua kapal perusak berpeluru kendali Aegis; USS Gravely dan USS Jason Dunham, kapal perusak USS Sampson, kapal penjelajah USS Lake Erie, dan tiga kapal serbu amfibi. Kapal-kapal itu membawa lebih dari 4.000 pelaut dan marinir.
Washington telah menggandakan hadiah uang untuk penangkapan Maduro menjadi USD50 juta (lebih dari Rp822 miliar), tetapi belum secara terbuka mengancam akan menginvasi Venezuela.
Caracas telah menyatakan akan berpatroli di perairan teritorialnya dan memobilisasi lebih dari empat juta anggota milisi sebagai tanggapan atas ancaman AS.
Maduro menyesalkan terputusnya saluran komunikasi dengan Amerika Serikat, dan berjanji negaranya tidak akan pernah menyerah pada pemerasan atau ancaman apa pun.
Dalam konferensi pers tersebut, Maduro memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa Menteri Luar Negerinya, Marco Rubio, ingin membawanya ke dalam pertumpahan darah. "Dengan pembantaian terhadap rakyat Venezuela," katanya.
Versi laporan AP, yang mengutip pejabat pertahanan AS, ada tujuh kapal perang AS yang sudah berada di perairan Amerika Latin di dekat wilayah Venezuela. Tujuh kapal itu adalah dua kapal perusak berpeluru kendali Aegis; USS Gravely dan USS Jason Dunham, kapal perusak USS Sampson, kapal penjelajah USS Lake Erie, dan tiga kapal serbu amfibi. Kapal-kapal itu membawa lebih dari 4.000 pelaut dan marinir.
Lihat Juga :