Israel Bombardir RS Al-Nasser Gaza, Tewaskan 20 Orang Termasuk 5 Jurnalis, Netanyahu Menyesal
Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:24 WIB
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel sangat menyesalkan apa yang disebutnya sebagai "insiden tragis". Dia mengeklaim bahwa Israel menghargai kerja keras para jurnalis dan staf medis, seraya menambahkan bahwa perang Israel adalah dengan Hamas.
Militer Israel mengakui telah menyerang area RS Al-Nasser dan mengatakan kepala staf umum telah memerintahkan penyelidikan.
Seorang juru bicara Reuters mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami sangat terpukul mengetahui bahwa juru kamera Hussam al-Masri, seorang kontraktor Reuters, tewas pagi ini dalam serangan Israel di Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis, Gaza."
"Moaz Abu Taha, seorang jurnalis lepas yang karyanya terkadang dipublikasikan oleh Reuters, juga tewas, dan fotografer Hatem Khaled, seorang kontraktor Reuters, terluka," paparnya.
"Kami sedang mencari informasi lebih lanjut dan telah meminta pihak berwenang di Gaza dan Israel untuk membantu kami mendapatkan bantuan medis darurat untuk Hatem," imbuh juru bicara tersebut.
Pihak Associated Press mengatakan pihaknya "terkejut dan sedih" mengetahui kematian Abu Dagga dan jurnalis lainnya, menambahkan bahwa Abu Dagga sering bertugas di rumah sakit untuk meliput, yang baru-baru ini mencakup berita tentang anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi.
Serikat Jurnalis Palestina mengecam Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan, "Perang Israel merupakan perang terbuka terhadap media bebas, dengan tujuan meneror jurnalis dan mencegah mereka memenuhi tugas profesional mereka untuk mengungkap kejahatan media kepada dunia."
Militer Israel mengakui telah menyerang area RS Al-Nasser dan mengatakan kepala staf umum telah memerintahkan penyelidikan.
Seorang juru bicara Reuters mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami sangat terpukul mengetahui bahwa juru kamera Hussam al-Masri, seorang kontraktor Reuters, tewas pagi ini dalam serangan Israel di Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis, Gaza."
"Moaz Abu Taha, seorang jurnalis lepas yang karyanya terkadang dipublikasikan oleh Reuters, juga tewas, dan fotografer Hatem Khaled, seorang kontraktor Reuters, terluka," paparnya.
"Kami sedang mencari informasi lebih lanjut dan telah meminta pihak berwenang di Gaza dan Israel untuk membantu kami mendapatkan bantuan medis darurat untuk Hatem," imbuh juru bicara tersebut.
Pihak Associated Press mengatakan pihaknya "terkejut dan sedih" mengetahui kematian Abu Dagga dan jurnalis lainnya, menambahkan bahwa Abu Dagga sering bertugas di rumah sakit untuk meliput, yang baru-baru ini mencakup berita tentang anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi.
Serikat Jurnalis Palestina mengecam Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan, "Perang Israel merupakan perang terbuka terhadap media bebas, dengan tujuan meneror jurnalis dan mencegah mereka memenuhi tugas profesional mereka untuk mengungkap kejahatan media kepada dunia."
Lihat Juga :