Arab Saudi Cs Marah dengan Rencana Netanyahu Wujudkan Israel Raya
Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:31 WIB
"Komentar tersebut bertentangan dengan aspirasi pihak-pihak regional dan internasional yang menghargai perdamaian dan berupaya mencapai keamanan dan kedamaian bagi seluruh rakyat di kawasan tersebut," lanjut kementerian itu.
“Satu-satunya jalan menuju perdamaian adalah melalui kembalinya perundingan dan berakhirnya perang di Gaza, yang mengarah pada pembentukan negara Palestina.”
Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut komentar Netanyahu sebagai “eskalasi yang berbahaya dan provokatif, ancaman terhadap kedaulatan negara, pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.”
“Klaim delusi ini, yang tercermin dalam pernyataan pejabat Israel, tidak akan memengaruhi Yordania dan negara-negara Arab dan tidak akan mengurangi hak-hak sah dan tak terelakkan rakyat Palestina,” imbuhnya dalam sebuah pernyataan.
“Klaim dan delusi yang diadopsi dan dipromosikan oleh para ekstremis pemerintah Israel ini mendorong berlanjutnya siklus kekerasan dan konflik di Gaza dan Tepi Barat," papar kementerian tersebut.
Yordania menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan tindakan dan pernyataan provokatif Israel yang mengancam stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan internasional.
Otoritas Palestina menyebut komentar Netanyahu sebagai pengabaian terhadap hak-hak sah rakyat Palestina" dan provokasi serta eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
Otoritas Palestina menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip internasional terkait pembentukan Negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
“Satu-satunya jalan menuju perdamaian adalah melalui kembalinya perundingan dan berakhirnya perang di Gaza, yang mengarah pada pembentukan negara Palestina.”
Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut komentar Netanyahu sebagai “eskalasi yang berbahaya dan provokatif, ancaman terhadap kedaulatan negara, pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.”
“Klaim delusi ini, yang tercermin dalam pernyataan pejabat Israel, tidak akan memengaruhi Yordania dan negara-negara Arab dan tidak akan mengurangi hak-hak sah dan tak terelakkan rakyat Palestina,” imbuhnya dalam sebuah pernyataan.
“Klaim dan delusi yang diadopsi dan dipromosikan oleh para ekstremis pemerintah Israel ini mendorong berlanjutnya siklus kekerasan dan konflik di Gaza dan Tepi Barat," papar kementerian tersebut.
Yordania menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan tindakan dan pernyataan provokatif Israel yang mengancam stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan internasional.
Otoritas Palestina menyebut komentar Netanyahu sebagai pengabaian terhadap hak-hak sah rakyat Palestina" dan provokasi serta eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
Otoritas Palestina menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip internasional terkait pembentukan Negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Lihat Juga :