Panglima Militer Israel Marah Rencana Netanyahu Caplok Gaza

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 14:14 WIB
Seorang pejabat yang mengetahui rencana untuk mengambil alih Kota Gaza mengatakan operasi tersebut akan "bertahap" dan belum ada tanggal mulai. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas hal-hal sensitif.

Misi PBB di Panama, yang memegang jabatan presiden dewan bulan ini, tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi hari Sabtu adalah Sabat Yahudi dan Israel dipastikan ingin berbicara dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Houthi Serang 3 Lokasi Penting di Israel, Termasuk Bandara Ben-Gurion

Mediator dari Mesir dan Qatar sedang mempersiapkan kerangka kerja baru yang mencakup pembebasan semua sandera — hidup dan mati — sekaligus, sebagai imbalan atas berakhirnya perang di Gaza dan penarikan pasukan Israel dari jalur tersebut, dua pejabat Arab mengatakan kepada The Associated Press.

Sebelum Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana untuk mengambil alih Kota Gaza, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menguraikan rencana yang lebih luas pada hari Kamis dalam sebuah wawancara dengan Fox News, dengan mengatakan Israel berencana untuk menguasai seluruh Gaza. Israel telah menguasai sekitar tiga perempat wilayah tersebut.

Hamas menolak rencana Israel. "Memperluas agresi terhadap rakyat Palestina kami tidak akan semudah membalikkan telapak tangan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu telah mengisyaratkan rencana untuk perang yang lebih luas. Kekuatan internasional, termasuk sekutu Israel, Prancis, Inggris, dan Kanada, telah meningkatkan kritik terhadap perang tersebut di tengah meningkatnya keterkejutan atas laporan media yang menunjukkan kelaparan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!