AS Gelar Sayembara Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro Berhadiah Rp815,6 Miliar

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 08:50 WIB
Pada bulan Juni, mantan kepala intelijen Venezuela Hugo Armando Carvajal mengaku bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan narkotika AS.

Miami Herald, mengutip sumber yang mengetahui kasus ini, mengatakan Carvajal telah menawarkan untuk memberikan dokumen dan kesaksian yang memberatkan Maduro kepada otoritas AS.

AS Anggap Maduro Presiden Tak Sah



Hubungan antara Washington dan Caracas telah memburuk selama bertahun-tahun.

Pemerintah AS belum mengakui Maduro, yang pertama kali menjabat pada tahun 2013, sebagai presiden Venezuela yang terpilih secara sah sejak apa yang disebut Departemen Luar Negeri sebagai "pemilihan presiden 2018 yang sangat cacat".

"Dalam pemilihan presiden Venezuela 28 Juli 2024, Maduro secara curang menyatakan dirinya sebagai pemenang meskipun ada bukti yang bertentangan," kata Departemen Luar Negeri dalam pengumuman hadiah sebelumnya pada bulan Januari.

"Amerika Serikat bergabung dengan banyak negara lain dalam menolak mengakui Maduro sebagai pemenang sah pemilihan presiden Juli 2024."

Washington telah menjatuhkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap pemerintahan Maduro.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!