Siapa Evgenia Gutsul? Politikus Moldova Anti-Uni Eropa yang Divonis 7 Tahun Penjara
Kamis, 07 Agustus 2025 - 01:05 WIB
Sidang pengadilan tersebut menarik kerumunan pengunjuk rasa di luar gedung, beberapa di antaranya meneriakkan "Memalukan [Presiden Moldova] Maia Sandu." Sebuah demonstrasi tandingan juga diadakan di dekatnya, yang mendorong polisi untuk memasang garis polisi.
Baca Juga: Militer Ukraina Pekerjakan PSK untuk Jadi Agen Intelijen
Gutsul berkampanye dengan janji-janji hubungan yang lebih erat dengan Rusia, berbeda dengan sikap pro-Barat pemerintahan Presiden Maia Sandu. Partai tersebut dilarang pada tahun yang sama atas tuduhan pendanaan ilegal dari luar negeri.
Gagauzia, sebuah daerah otonom kecil yang 140.000 penduduknya sebagian besar beretnis Turki, telah dimasukkan ke dalam daftar sanksi Uni Eropa dan AS karena dicurigai berusaha mengganggu stabilitas Moldova.
Baca Juga: Militer Ukraina Pekerjakan PSK untuk Jadi Agen Intelijen
2. Memimpin Wilayah di Moldova yang Mayoritas Warganya Berbahasa Rusia
Gutsul telah menjabat sebagai kepala Gagauzia, sebuah wilayah otonom dan mayoritas berbahasa Rusia di Moldova selatan, sejak memenangkan pemilihan umum tahun 2023 sebagai kandidat SOR.Gutsul berkampanye dengan janji-janji hubungan yang lebih erat dengan Rusia, berbeda dengan sikap pro-Barat pemerintahan Presiden Maia Sandu. Partai tersebut dilarang pada tahun yang sama atas tuduhan pendanaan ilegal dari luar negeri.
Gagauzia, sebuah daerah otonom kecil yang 140.000 penduduknya sebagian besar beretnis Turki, telah dimasukkan ke dalam daftar sanksi Uni Eropa dan AS karena dicurigai berusaha mengganggu stabilitas Moldova.
3. Bermotif Politik
Gutsul telah berkali-kali menuduh otoritas Moldova meluncurkan proses pidana terhadapnya dalam upaya untuk menggulingkannya dari kekuasaan, dengan menyatakan bahwa mereka "tidak menyukai kenyataan bahwa saya mencoba membantu penduduk [wilayah otonom] tersebut."Lihat Juga :