Tak Mau Mati Sia-sia, 400.000 Prajurit Ukraina Pilih Desersi
Selasa, 05 Agustus 2025 - 03:30 WIB
Alasan utama tentara Ukraina meninggalkan militer adalah kelelahan, kurangnya motivasi, dan hambatan birokrasi, seperti penolakan pembebasan tentara yang memenuhi syarat untuk diberhentikan, menurut pejabat setempat dan laporan media.
Bulan lalu, Skorokhod mengatakan bahwa masalah penting lainnya adalah korupsi dan pemerasan gaji tempur oleh para komandan.
Ukraina mengumumkan mobilisasi umum tak lama setelah dimulainya konflik, melarang pria berusia antara 18 dan 60 tahun meninggalkan negara itu. Tahun lalu, Ukraina menurunkan usia wajib militer dari 27 menjadi 25 tahun sekaligus memperketat aturan mobilisasi.
Kampanye wajib militer paksa telah memicu bentrokan kekerasan berulang kali antara calon tentara yang enggan dan perwira wajib militer.
Pekan lalu, ketidakpuasan publik meletus menjadi kerusuhan di kota Vinnytsia ketika para pengunjuk rasa mencoba memaksa pembebasan para pria yang baru dimobilisasi. Bentrokan kekerasan terjadi antara demonstran dan polisi, dengan banyak penangkapan.
Bulan lalu, Skorokhod mengatakan bahwa masalah penting lainnya adalah korupsi dan pemerasan gaji tempur oleh para komandan.
Ukraina mengumumkan mobilisasi umum tak lama setelah dimulainya konflik, melarang pria berusia antara 18 dan 60 tahun meninggalkan negara itu. Tahun lalu, Ukraina menurunkan usia wajib militer dari 27 menjadi 25 tahun sekaligus memperketat aturan mobilisasi.
Kampanye wajib militer paksa telah memicu bentrokan kekerasan berulang kali antara calon tentara yang enggan dan perwira wajib militer.
Pekan lalu, ketidakpuasan publik meletus menjadi kerusuhan di kota Vinnytsia ketika para pengunjuk rasa mencoba memaksa pembebasan para pria yang baru dimobilisasi. Bentrokan kekerasan terjadi antara demonstran dan polisi, dengan banyak penangkapan.
(ahm)
Lihat Juga :