Rusia Makin Agresif, Austria Pertimbangkan Gabung NATO
Senin, 28 Juli 2025 - 08:30 WIB
Menteri tersebut mengakui, "Bukan berarti saya ingin bergabung dengan NATO dengan gemilang", tetapi mengatakan bahwa negaranya tidak bisa hanya berpangku tangan dan menyaksikan perubahan lanskap geopolitik
Sebagai anggota Uni Eropa sejak 1995, Wina secara konstitusional dilarang bergabung dengan blok militer mana pun atau menampung pasukan dan pangkalan asing berdasarkan Perjanjian Negara Austria 1955. Negara tersebut, yang merupakan bagian dari Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, menyetujui persyaratan tersebut dengan imbalan mendapatkan kembali kedaulatan penuh.
Setelah perang Rusia-Ukraina pecah tahun 2022, Austria bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia. Tindakan ini memicu Moskow untuk mengategorikan Austria sebagai "negara musuh".
Awal pekan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Austria mengabaikan netralitasnya dan perannya sebagai perantara dalam konflik internasional menyusul laporan bahwa Wina mengizinkan pengiriman senjata secara terus-menerus ke Ukraina melalui wilayahnya.
Sebagai anggota Uni Eropa sejak 1995, Wina secara konstitusional dilarang bergabung dengan blok militer mana pun atau menampung pasukan dan pangkalan asing berdasarkan Perjanjian Negara Austria 1955. Negara tersebut, yang merupakan bagian dari Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, menyetujui persyaratan tersebut dengan imbalan mendapatkan kembali kedaulatan penuh.
Setelah perang Rusia-Ukraina pecah tahun 2022, Austria bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia. Tindakan ini memicu Moskow untuk mengategorikan Austria sebagai "negara musuh".
Awal pekan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Austria mengabaikan netralitasnya dan perannya sebagai perantara dalam konflik internasional menyusul laporan bahwa Wina mengizinkan pengiriman senjata secara terus-menerus ke Ukraina melalui wilayahnya.
(mas)
Lihat Juga :